
foto : Kepala Disnakertrans Subang
SUBANG – Minat warga Kabupaten Subang untuk mengadu nasib ke luar negeri tetap tinggi di awal tahun 2026 ini. Tercatat, dalam tiga bulan pertama saja, sudah ada ratusan Calon Pekerja Migran Indonesia ( CPMI ) atau yang dulu sering disebut Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) mendaftarkan diri secara resmi melalui jalur prosedural.
Kepala Disnakertrans Subang Rona Mairansyah mengatakan bahwa Kabupaten Subang menjadi salah satu kantong pengirim Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) yang signifikan di Jawa Barat. ” Berdasarkan data, dari Januari hingga Maret 2026, tercatat 304 orang warga Subang resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” ujar Rona Kamis 2 Maret 2026.
Data ini mencakup mereka yang sedang dalam proses administrasi maupun pelatihan. Adapun untuk angka pasti keberangkatan, saat ini seluruhnya telah terintegrasi dan dapat dipantau langsung melalui Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI/KP2MI).
Rona menjelaskan, negara di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara masih menjadi primadona.Seperti Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia menempati urutan teratas sebagai negara tujuan utama.” Yang paling diminati? Taiwan dan Hongkong ya,” kata dia.
Selain itu, Rona juga menerangkan bahwa, dari sisi latar belakang pendidikan, para pendaftar terpantau cukup beragam, mulai dari lulusan Sekolah Dasar ( SD ) hingga Sekolah Menengah Atas ( SMA ).Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja di sektor domestik maupun manufaktur di luar negeri masih menjadi daya tarik besar bagi masyarakat dengan berbagai tingkatan edukasi.
“Kami terus menekankan kepada seluruh warga yang berminat untuk bekerja ke luar negeri agar selalu menempuh jalur resmi,” tegasnya.” Berangkatlah sesuai dengan SOP dan Undang-Undang yang berlaku. Keamanan dan perlindungan hukum anda adalah prioritas utama. Jangan tergiur iming-iming keberangkatan instan yang justru berisiko tinggi.” sambungnya.
Sementara itu salah satu CPMI asal Subang Ulfa ( 21 ) mengatakan, keinginannya untuk bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga ( ART ) ke luar negeri sudah tidak bisa ditunda lagi.Hal itu dikarenakan ajakan rekannya yang sudah terlebih dulu bekerja disana.” Gaji besar meskipun menjadi ART disana,” katanya.