
SUBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan pemerintah terus diperluas. Tak hanya di fasilitas umum, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengungkapkan saat ini sudah ada 70 lokasi di Lapas dan Rutan yang disulap menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dirjen Pas Imipas, Mashudi, menjelaskan bahwa puluhan dapur tersebut tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Program ini awalnya bermuara di Lapas Sukamiskin sebagai proyek percontohan, namun kini terus berkembang pesat.
“Awal (dapur) MBG itu kan di Lapas Sukamiskin, sekarang ini sudah 70 titik di lapas dan rutan yang ada MBG. Yang proses untuk akhir bulan ini selesai ada 28. Mudah-mudahan nanti yang lainnya akan tetap proses berjalan,” ujar Mashudi di Kantor Ditjen Pas, Jakarta Pusat, Kamis 7 Mei 2026.
Menariknya, operasional dapur MBG ini melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dari total sekitar 48 petugas di setiap unit SPPG, sebanyak 20 orang di antaranya merupakan warga binaan yang telah lolos asesmen, memenuhi syarat, dan berkelakuan baik.
Mashudi memastikan para warga binaan yang dipekerjakan ini mendapatkan upah atau gaji secara resmi. Pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan keahlian nyata bagi mereka sebelum kembali ke masyarakat.
“Pekerja itu kan total semua ada 46-48 orang. 20 orang itu adalah warga binaan yang bekerja di situ, dengan norma-norma sesuai dengan SOP untuk MBG,” jelasnya.”Harapan kita ke depan bahwa warga binaan itu banyak yang punya keahlian memasak, dari hasil assessment itu, kita berdayakanlah,” sambung Mashudi.
Perlu digarisbawahi, meskipun dapurnya berada di dalam area Lapas atau Rutan, makanan bergizi ini tidak diperuntukkan bagi narapidana. Sasaran utama distribusi makanan adalah anak sekolah, santri, hingga balita yang tinggal di lingkungan sekitar Lapas.
Pihak Badan Gizi Nasional (BGN) juga secara profesional menyewa lahan di area pemasyarakatan tersebut. Mashudi menyebut BGN membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) atas penggunaan lahan seluas 350-400 meter persegi untuk tiap titik dapur.
Terkait sebaran wilayah, program ini terus dikebut. Namun, saat dikonfirmasi mengenai kepastian Lapas Subang mendapatkan program serupa, Kakanwil Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali, masih belum memberikan pernyataan resmi.
Sejauh ini, pemerintah telah menyiapkan 36 titik dapur khusus di atas lahan lapas untuk menyukseskan target jangkauan program Makan Bergizi Gratis secara nasional.