
SUBANG – Penurunan Dana Transfer ke Daerah ( TKD ) tahun 2026 berdampak ke Pemerintah Daerah ( Pemda ) dan harus melakukan efesiensi, disebabkan oleh pergeseran alokasi ke belanja kementerian dan lembaga untuk program prioritas nasional, seperti layanan kesehatan dan pendidikan, serta untuk mendukung langsung masyarakat di daerah.
Pemda Subang pun melakukan efesiensi secara ketat terhadap kegiatan yang dirasa tidak penting ( prioritas), dan tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
” Efesiensi kita lakukan, dan saya pastikan Tambahan Penghasilan Pegawai ( TPP ) tidak akan dipangkas,” ujar Bupati Subang Reynaldi Putra Andita, Senin (10/11/2025).
Anggaran kegiatan di OPD dan kecamatan yang di pangkas, Makan Minum Rapat (Mamin ), Perjalanan Dinas hingga belanja Alat Tulis Kantor ( ATK ). Bupati meminta agar ASN Subang beralih ke sistem dan aplikasi persuratan digital serta repositori dokumen elektronik untuk mengelola administrasi perkantoran.
” Khusus ATK, karena anggarannya di pangkas, saya ingin ASN Subang mulai membiasakan dan beralih ke sistem digitalisasi dan aplikasi persuratan ( paperless),” tambahnya.
Selain itu, Bupati menjelaskan bahwa akan ada pelatihan transformasi menuju paperless untuk ASN Subang.
” Akan ada pelatihannya, ya mudah – mudahan bisa digelar dalam waktu dekat,” katanya.
Diketahui, Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah Subang Didin Wahyudi mengutarakan ada 19 OPD dan 30 kecamatan yang harus efesiensi.Dari jumlah APBD Tahun 2026 sebesar Rp 3,111 triliun, akibat Transfer ke Daerah (TKD) berkurang, maka Pemda Subang harus melakukan efisiensi sebesar Rp 361 miliar.
” Termasuk ATK, anggaran untuk alat tulis tersebut dipangkas, sehingga ASN harus beralih ke transformasi digital,” kata Didin.