
SUBANG – Pentingnya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah ( CPPD ) membuat Pemda Subang mengusulkan PT.Subang Sejahtera menjadi BUMD Pangan.
Hal tersebut di sampaikan Kepala Bagian ( Kabag ) Ekonomi Setda Subang Muhammad Khairil Syahdu saat dikonfirmasi tentang instruksi Pemerintah Pusat tentang pembentukan BUMD pangan.
” Kami sudah mengusulkan PT.Subang Sejahtera sebagai BUMD pangan ke Pemprov Jabar,” ujarnya.Rabu ( 24/12/2025).
PT. Subang Sejahtera, kata Khairil merupakan BUMD Subang yang masuk dalam kategori ketahanan pangan, disamping terkenal dengan BUMD serba ada, saat ini PT.Subang Sejahtera tengah mengerjakan mengerjakan proyek Makan Bergizi Gratis ( MBG ).
” PT.Subang Sejahtera merupakan BUMD serba ada, dan masuk kategori BUMD pangan, ” kata dia.
Khairil menjelaskan bahwa membentuk BUMD tidaklah semudah membalikan telapak tangan, dikarenakan harus melalui tahapan mulai dari analisis kelayakan, Peraturan Daerah ( Perda ) penyertaan modal dan lainnya.oleh karena itu daripada membentuk BUMD baru, Pemda lebih memilih PT.Subang Sejahtera sebagai BUMD pangan.
Diketahui Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian berpandangan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat di seluruh Indonesia, sejalan dengan pesatnya pertumbuhan penduduk.
Maka dari itu, Tito mengimbau para kepala daerah untuk membuat perencanaan serta intervensi pangan. Menurut Tito, ketahanan pangan kini harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah sehingga program Presiden Prabowo Subianto bisa terealisasi
“Presiden Prabowo juga memiliki perhatian terhadap sektor pangan. Menurut Presiden, negara yang merdeka bukan hanya terlepas dari penjajah, tapi juga berdaulat secara ekonomi, khususnya pangan,” tuturnya
Tito juga mengimbau agar kepala daerah yang belum memiliki BUMD khusus sektor pangan untuk meniru dan memodifikasi yang telah dilakukan Pemprov Jakarta dan Jawa Timur yang kini didukung oleh ID Food dan Food Station.
“Sebenarnya kan rekan-rekan bisa meniru, mungkin datang ke provinsi yang memiliki atau kabupaten/kota yang memiliki BUMD pangan yang sukses, kemudian belajar kenapa mereka bisa sukses,” katanya.