Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Plot Twist di Bulan Ramadan! Dikira Mau Bukber, Sopir Bus Bawa Rombongan OTT KPK dari Cilacap 

Plot Twist di Bulan Ramadan! Dikira Mau Bukber, Sopir Bus Bawa Rombongan OTT KPK dari Cilacap 

  • oleh

foto: istimewa

Infoaktual – Sopir bus PO Riyan Hartono kaget saat tahu penumpangnya adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan pejabat Pemkab yang diamankan KPK. OTT terkait dugaan pemerasan THR Lebaran dan suap proyek, 27 orang diamankan.

Sebuah kisah unik dan sedikit lucu menyertai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat, 13 Maret 2026.

Sopir bus pariwisata PO Riyan bernama Hartono, warga Purbalingga, mendapat tugas mengantar rombongan dari area Samsat Cilacap menuju Purwokerto sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mengira penumpangnya adalah rombongan biasa yang akan buka puasa bersama atau ke stasiun kereta.

Sepanjang perjalanan, Hartono asyik memutar musik keras di bus berkapasitas 50 kursi pelat R 7127 OT. Suasana kabin terasa sepi karena hampir semua penumpang berbaju batik duduk diam, bahkan ada yang tertidur pulas.

Tanpa disangka, rombongan itu ternyata adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beserta jajaran pejabat tinggi Pemkab Cilacap yang baru saja diamankan tim KPK dalam OTT.

Di antara penumpang ada nama-nama besar seperti:

Sekda Cilacap Satmoko Danardono

Kepala Diskominfo Buddy Haryanto

Kepala Dispermades Heru Kurniawan

Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti

Kepala Dinas Sosial dr Ichlas Riyanto

Setelah turun, beberapa pejabat sempat melaksanakan salat Ashar di masjid Polresta sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Satreskrim.

KPK kemudian mengamankan total 27 orang dalam OTT tersebut, termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Satmoko Danardono yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut keterangan resmi KPK, kasus ini terkait dugaan pemerasan dan permintaan setoran uang THR Lebaran 2026 untuk kepentingan eksternal (Forkopimda), dengan target Rp750 juta meski yang terkumpul sekitar Rp610 juta. Ada pula indikasi penerimaan terkait proyek-proyek di Pemkab Cilacap.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kekecewaan mendalam atas kasus ini dan menegaskan komitmen pemberantasan korupsi di Jateng.

Kisah ini langsung viral di media sosial, menjadi sorotan lucu di tengah kasus serius yang mengguncang pemerintahan daerah.