
foto : dr.Indriati Oetama
SUBANG – Ancaman penyakit tidak menular kini mulai menyasar kelompok usia muda ( dibawah usia 17 tahun ). Data terbaru tahun 2025 menunjukkan sebanyak 14 remaja terdiagnosis menderita Diabetes Melitus. Meski terlihat sepele, Diabetes yang tidak terkontrol dapat berujung pada komplikasi mematikan, mulai dari gagal ginjal hingga risiko amputasi.
” 14 kasus Diabetes Melitus pada remaja di tahun 2025 ini menjadi alarm bagi para orang tua dan tenaga medis. Diabetes bukan lagi penyakit hari tua, gaya hidup yang tidak sehat kini mengintai generasi muda dibawah usia 17 tahun,” ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Subang dr.Indriati Oetama yang kerap disapa Noni, Rabu 1 April 2026.
Ia menjelaskan,bahaya utama dari diabetes yang tidak terkontrol adalah kerusakan permanen pada pembuluh darah dan saraf. Jika dibiarkan, kondisi ini akan memicu komplikasi berat seperti penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal dan kebutaan. Tak jarang, luka kecil pada penderita diabetes sulit sembuh dan berakhir dengan tindakan amputasi.” Tingginya kadar gula darah memperlemah sistem imun, sehingga meningkatkan risiko infeksi serius seperti Tuberkulosis atau TBC, serta berbagai gangguan kulit. Jika komplikasi sudah terjadi, risiko kematian pun meningkat secara signifikan.
Noni menyatakan,saat ini remaja banyak mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung gula berlebih.Tren tersebut kian nyata saat gaya hidup remaja beralih untuk mencoba produk baru.”Mencegah jauh lebih baik dan murah daripada mengobati. Pastikan anak-anak dan remaja kita tetap aktif serta mengonsumsi nutrisi yang seimbang,” katanya.
Diketahui, Mentri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut diabetes masih menjadi salah satu penyakit dengan beban pembiayaan kesehatan terbesar, serta berisiko tinggi menimbulkan komplikasi dan kematian apabila tidak dideteksi dan ditangani lebih awal. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan berkala, termasuk pada anak dan remaja.
“Diabetes bukan hanya soal gula darah. Dampaknya luas, memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, hingga pembiayaan negara. Karena itu kita harus bergerak lebih cepat melalui deteksi dini dan pencegahan ,” katanya.
Menkes juga menyatakan saat ini terjadi krisis gula dini, dimana diabetes mulai menyerang generasi muda karena pola konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula berlebih.” Ingat batasi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula berlebih, saat ini diabetes menyasar generasi muda,” jelas Menkes.