Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » “Bohong Semua!” Murka KDM Bongkar Dugaan Laporan Palsu SMKN 2 Subang untuk Proyek Raksasa BYD & VinFast

“Bohong Semua!” Murka KDM Bongkar Dugaan Laporan Palsu SMKN 2 Subang untuk Proyek Raksasa BYD & VinFast

  • oleh

foto : KDM channel

SUBANG – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) geram. Luapan emosinya tidak terbendung saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) SMKN 2 Subang, Kamis (2/4/2026). Dalam kunjungan itu, KDM geleng-geleng kepala. Ia kecewa banyak fasilitas SMKN 2 Subang terlihat kumuh.

KDM tidak hanya geram terhadap pihak SMKN 2 Subang. Ia juga emosi saat menemukan fakta lapangan terkait dugaan laporan palsu program kerja di pabrik mobil listrik BYD dan VinFast di Subang. KDM langsung menelepon Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto. Ia menduga ada yang tidak beres terkait laporan formal diterima olehnya tidak sesuai fakta di lapangan.

“Laporannya iya saja di depan umum, fakta di lapangannya? Belum!,” ujar KDM dalam keterangan melalui video dikutip, Jumat (3/4/2026).

Saat itu KDM didampingi pihak sekolah menyapa siswa kelas XII jurusan Industri di SMKN 2 Subang. Di momen tersebut, ia menyinggung soal proyek pabrik mobil listrik BYD dan VinFast. Pasalnya KDM mendukung program kerja dan pembangunan pabrik BYD serta VinFast di Subang. Tujuan utamanya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

KDM ingin para siswa sekolah yang lulus dan warga lokal mudah mendapat lapangan kerja secara masif. Proyek pabrik BYD sendiri akan menyerap sekitar 16.000 hingga 18.000 tenaga kerja di Jabar. Namun KDM sendiri mengkhususkan persiapan mendukung proyek ini sekitar 4.500 SDM lokal. Minimal ia akan menarik warga dari Subang untuk bisa bekerja dan mengisi posisi di pabrik tersebut.

KDM menginginkan para calon pekerja lokal mendapat pelatihan lebih dulu. Tujuannya untuk memastikan mereka memiliki bekal kerja yang kuat sebelum terjun ke sana.

Pria bernama Dedi Mulyadi itu pun bertanya kepada para siswa kelas XII di SMKN 2 Subang terkait laporan program kerja BYD dan VinFest. “Saya nanya, sudah ada yang dilatih untuk BYD?,” tanya KDM.

Sejumlah siswa kelas XII kompak mengaku belum mendapat laporan tersebut. KDM kembali bertanya terkait tindakan nyata mereka mengikuti proses rekrutmen di VinFast. “Belum,” ucap para siswa kelas XII SMKN 2 Subang.

KDM langsung terkejut mendengar jawabannya. Gubernur Jabar itu juga kaget pihak sekolah mengaku para siswa kelas XII belum didaftarkan mengikuti proyek tersebut. Alasan pihak sekolah belum mendaftarkan nama mereka karena belum memiliki ijazah. Akan tetapi, KDM membantah pembelaan tersebut lantaran para siswa kelas XII sudah diberi akses pendaftaran proyek tersebut.

Dalam hal ini, KDM mencurigai klaim laporan program kerja ini. Ia hanya mendengar proyek terjun ke pabrik mobil listrik BYD dan VinFast Subang dianggap sudah berjalan. Menurut KDM, sistem laporan ini hanya dinilai sebagai “Asal Bapak Senang (ABS)”. Sontak, ia emosi lantaran fakta di lapangan menunjukkan para siswa kelas XII belum mengetahui proyek itu.

“Cara ngomongnya tidak meyakinkan. Berarti, dari mulai Dinas Provinsi sampai ini bohong semua!,” kesal KDM. Di hadapan pihak sekolah, mantan Bupati Purwakarta ini mendesak Kadisdik Jabar langsung turun tangan dan meninjau kejelasan proyek ini. Ia meminta agar Disdik tidak sekadar menerima laporan di balik meja.

Dari pengakuan siswa di lokasi, ia mencium fungsi kontrol di Kantor Cabang Dinas (KCD) dan UPTD tidak beres. Ia menduga ada pembiaran terhadap kondisi lingkungan dan produktivitas sekolah. “Saya telepon Kepala Dinas Pendidikan! Siapapun yang kerja nggak benar, kamu turun sebagai Kepala Dinas ke sekolah. Coba cek, banyak sekolah berantakan, UPTD tidak berfungsi, sistem rekrutmen kerja online belum berjalan!,”terangnya dengan nada tinggi saat telepon Kadisdik Jabar. Dalam kondisi yang geram, Dedi Mulyadi memberikan tenggat waktu kepada Kadisdik Jabar. Ia meminta Disdik melakukan pembenahan terhadap sekolah di Jabar selama satu minggu.

Mantan anggota DPR ini mendesak agar Disdik Jabar minimal evaluasi dari segi aspek kebersihan, manajemen kurikulum produktif hingga validasi data persiapan kerja untuk siswa. “Beresin seminggu ini! Saya nggak mau kinerja di Provinsi Jawa Barat carut-marut. Bilang ke semua kepala sekolahnya, saya kasih waktu satu minggu buat beresin semuanya!,” perintah dia.