
foto : ist
SUBANG – Minimnya penerangan di sepanjang jalur jalan Desa Bantarsari, Kecamatan Cijambe, sudah lama dikeluhkan oleh pengendara yang melintas pada malam hari.Bahkan, banyak pengendara enggan melewati jalur tersebut saat malam tiba.
“Selepas magrib jarang ada pengendara yang berani lewat jalur jalan di sana karena minim penerangan,” ujar warga Desa Sukahurip, Yanto, Sabtu 4 Maret 2026.
Selain minim penerangan, kondisi jalur jalan yang berkelok, menanjak, dan menurun di perbatasan Kampung Gadog, Desa Bantarsari–Cimerta, dinilai sangat membahayakan pengendara. Sulaiman berharap pemerintah dapat segera memberikan penerangan di jalur jalan aktif tersebut agar aman dilalui pada malam hari.
Warga lainnya, Rafka mengatakan minimnya penerangan berpotensi menimbulkan tindak kriminalitas. Meski hingga saat ini belum ada laporan pembegalan di jalur tersebut, pengendara tetap merasa khawatir saat melintas pada malam hari.
“Saya kalau pulang kerja seperti dikejar waktu, ingin cepat sampai rumah sebelum magrib,” ungkap buruh pabrik sepatu PT Tekwang tersebut.
Menurutnya, di sisi kanan dan kiri jalan terdapat pepohonan serta area persawahan, sehingga saat malam hari pengendara enggan melintas. “Jadi kalau berangkat atau pulang kerja, kami sering konvoi motor supaya ramai dan tidak takut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Subang, Indri Tandia, mengonfirmasi bahwa pada jalur jalan kabupaten tersebut belum tersedia jaringan listrik tegangan rendah.
“Di sana tidak ada jalur listrik tegangan rendah,” kata Kadishub. Ia menambahkan, untuk mengatasi kondisi tersebut pihaknya berupaya mengajukan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengingat wilayah tersebut belum tersentuh jaringan kelistrikan.