
SUBANG – Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kabupaten Subang mencatat temuan kasus baru HIV/AIDS sebanyak 81 kasus pada periode Januari hingga Maret 2026. Penambahan ini memperpanjang daftar panjang sebaran virus tersebut di wilayah Subang.
Berdasarkan data Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA), angka kematian kumulatif akibat HIV/AIDS di Kabupaten Subang sejak tahun 1999 hingga saat ini telah mencapai 507 orang.” Di bulan Januari – Maret 2026 kami menemukan 81 kasus baru,” ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Subang dr.Indriati Oetama, Selasa 7 April 2026.
Temuan kasus baru tersebut,Indriati menyatakan bahwa sebaran virus HIV/AIDS tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama di kalangan remaja dan usia produktif, tercatat masih meningkat.” Kami mengajak masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko, seperti seks tidak aman dan penggunaan jarum suntik bergantian,” tambahnya.
Selain itu, dalam penanganan dan penanggulangan HIV/AIDS, Indriati mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran saat ini memberikan dampak signifikan terhadap upaya Dinkes memerangi penyakit mematikan tersebut.Dimana pengurangan anggaran berimplikasi pada menurunnya intensitas kegiatan deteksi dini ( skrining ) di lapangan.
” Mengenai anggaran,tentunya untuk memutus mata rantai penularan menjadi lebih berat karena banyak kegiatan yang akhirnya tidak dilaksanakan, meski demikian kami tetap berupaya semaksimal mungkin untuk terus menurunkan kasus HIV/AIDS di Subang,” kata Indriati.
Selanjutnya, mengenai ketersediaan obat-obatan, masyarakat, khususnya Orang Dengan HIV/AIDS ( ODHA)diminta tidak panik mengenai stok Antiretroviral (ARV).” Obat ARV aman dengan stok cadangan, cukup hingga 3 bulan kedepan,” jelasnya.” Kami juga menghimbau masyarakat untuk segera melakukan tes kesehatan guna mengetahui status HIV sedini mungkin,”sambungnya.