
foto : Kepala Disdukcapil Subang
SUBANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Subang mencatat dinamika mobilitas penduduk yang cukup tinggi sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.
Berdasarkan data terbaru, jumlah warga yang keluar dan masuk ke Kabupaten Subang mencapai angka ribuan orang, yang didominasi oleh alasan pekerjaan.
” Hampir seimbang, antara warga yang pindah dan datang,” ujar Kepala Disdukcapil Subang Dra.Nunung Suryani, Rabu 8 April 2026.
Selama triwulan pertama tahun 2026, Nunung menyebut ada sebanyak 5.365 warga Subang memilih pindah ke kabupaten lain. Di sisi lain, arus penduduk yang masuk ke Kabupaten Subang juga tergolong besar, yakni mencapai 5.175 orang.
“Fenomena “tukar posisi” ini disinyalir kuat berkaitan dengan sektor lapangan kerja,” kata dia.”Warga asli Subang banyak yang mencari peruntungan di luar daerah, sementara warga dari luar kabupaten justru berbondong-bondong menuju Subang untuk mengadu nasib di sektor industrialisasi yang sedang berkembang pesat,” kata dia lagi.
Menyikapi tren tersebut, Disdukcapil Subang meminta agar warga pendatang segera mengurus surat pindah dari daerah asal. Hal ini diperlukan agar status kepindahan mereka resmi secara hukum dan terdata secara akurat di sistem kependudukan Kabupaten Subang.
“Kami meminta warga pendatang untuk segera mengurus surat pindah agar kepindahan mereka resmi dan terdata dengan baik di Disdukcapil,” tambahnya.
Selain perpindahan penduduk domestik, Nunung menyatakan kehadiran tenaga kerja asing (WNA) di Subang juga menjadi sorotan. Saat ini, tercatat ada 367 orang WNA yang telah mengantongi Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).
Kehadiran para pekerja asing ini mayoritas terkonsentrasi di sektor industri manufaktur besar, khususnya pada pabrik Electric Vechile ( EV ) BYD dan Vinfast. ” Berdasarkan data kewarganegaraan, tenaga kerja asing yang mengantongi SKTT didominasi oleh warga negara Tiongkok (Cina),” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta agar industrialisasi di Subang lebih memprioritaskan warga lokal.” Tingginya aktivitas industri di Subang diharapkan dapat terus memberikan dampak positif bagi ekonomi daerah, dan yang paling utama perusahaan seperti BYD dan Vinfast harus memprioritaskan warga lokal dalam perekrutan tenaga kerja,” tegas Gubernur Jabar.