
SUBANG – Stasiun Pegaden Baru kini menjadi satu-satunya gerbang utama transportasi kereta api yang melayani naik-turun penumpang di Kabupaten Subang.Seiring dengan luas wilayah Subang yang mencapai 2.051,76 kilometer persegi atau sekitar tiga kali lipat luas DKI Jakarta kebutuhan akan akses transportasi yang terintegrasi menjadi kian krusial.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat adanya pertumbuhan volume penumpang yang sangat signifikan di stasiun tersebut dalam lima tahun terakhir.Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa peningkatan ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Subang terhadap moda transportasi kereta api.
“Kami melihat antusiasme masyarakat yang terus tumbuh. Stasiun Pegaden Baru kembali digunakan sebagai titik keberangkatan dan kedatangan seiring kebutuhan perjalanan yang semakin beragam,” ujar Anne, Minggu 19 April 2026.
Berdasarkan data KAI, pertumbuhan penumpang pada Triwulan I (Januari-Maret) menunjukkan tren kenaikan yang konsisten sejak 2022 hingga 2026.
Peningkatan jumlah penumpang ini juga didorong oleh banyaknya pilihan kereta api (KA) jarak jauh yang kini melayani pemberhentian di Stasiun Pegaden Baru.
” Di tahun 2022 penumpang mencapai 3.252 orang, nah di triwulan I 2026 penumpang sudah mencapai 16.110 orang,” tambahnya.
Mulai dari KA Kelas Ekonomi dan Campuran, KA Dharmawangsa Ekspres, KA Bengawan, KA Airlangga, KA Gaya Baru Malam Selatan, dan KA Matarmaja.dan KA Kelas Komersial: KA Gunungjati, KA Bangunkarta, KA Brantas, hingga KA Tawang Jaya Premium.PT KAI memperkirakan pelanggan akan terus bertumbuh dalam pemanfaatan moda tersebut.
Salah satu penumpang,Cecep (25 ) mengungkapkan perjalanan menggunakan kereta api merupakan salah satu alternatif untuk berpergian jarak jauh.” Makin mudah dan lebih seru berpergian menggunakan kereta api,” katanya.