Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Jangan di Jalan! Warga Subang Was-was Benang Layangan Jerat Leher Pengendara Usai Adanya Korban Jiwa di Karawang

Jangan di Jalan! Warga Subang Was-was Benang Layangan Jerat Leher Pengendara Usai Adanya Korban Jiwa di Karawang

  • oleh
Foto : ilustrasi

SUBANG – Fenomena warga bermain layang-layang di area padat lalu lintas dan pemukiman mulai meresahkan warga Kabupaten Subang. Benang layangan, terutama yang menggunakan bahan tajam (gelasan) dinilai menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengendara motor dan stabilitas jaringan listrik.

Keluhan ini muncul seiring dengan banyaknya pemain layangan yang memilih lokasi di pinggir jalan protokol atau area padat penduduk ketimbang di lapangan terbuka.

Yanto, seorang warga Sukajadi, Kelurahan Soklat, Subang, menceritakan pengalamannya saat berkendara. Ia mengaku hampir menjadi korban setelah jaket yang dikenakannya terlilit benang layangan putus yang melintang di jalan.

“Jika bisa janganlah bermain di tempat yang ramai lalu lintas. Benangnya bahaya jika terkena pemotor yang melintas, kita jadi was-was,” ujar Yanto, Minggu 3 Mei 2026.

Beruntung bagi nya, saat itu benang yang melilitnya langsung putus sehingga ia tidak kehilangan kendali saat mengendarai kendaraannya. “Sepertinya itu layangan yang putus, benangnya terbawa (angin),” tambahnya.

Senada dengan Yanto, warga lainnya,Jaka, meminta pemerintah untuk segera membuat aturan terkait lokasi bermain layang-layang. Ia menilai bermain di gang sempit dan kompleks perumahan sangat berisiko.

“Harusnya bermain di tempat terbuka seperti lapangan atau area persawahan. Sepertinya harus ada aturan tegas untuk hal ini,” pintanya.

Tak hanya soal keselamatan jalan raya, General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat, Erwin Ansori, turut memberikan peringatan. Menurutnya, bermain layang-layang di dekat jaringan listrik sangat berbahaya.

“Benang layang-layang dari kawat atau benang basah dapat menjadi penghantar listrik. Selain mengganggu pasokan listrik, ini berpotensi besar membahayakan keselamatan warga (tersengat listrik),” jelas Erwin.

Kekhawatiran warga Subang ini bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, sebuah tragedi maut akibat benang layangan terjadi di Kabupaten tetangga, Karawang. Seorang pria berinisial C (32), buruh harian lepas asal Ciampel, ditemukan tewas mengenaskan di atas motornya pada Kamis (30/4/2026).

Korban mengalami luka robek serius di bagian leher akibat terjerat benang layangan yang melintang di jalan Dusun Kedung Waringin. Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, mengonfirmasi adanya pendarahan hebat pada leher korban.

“Korban ditemukan dengan pendarahan hebat di bagian leher yang membasahi pakaiannya,” ujar Wildan. Meski pihak keluarga menolak autopsi, polisi menduga kuat penyebab kematian adalah jeratan benang layangan.

Sementara itu Bupati Karawang, Aep Saepuloh,  telah menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan bahwa kejadian serupa tidak boleh terulang kembali.”Saya mengucapkan belasungkawa, ini tidak boleh terjadi lagi yang seperti ini,” tegas Aep.