
Foto : ist
SUBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, seiring meningkatnya intensitas hujan.
Imbauan ini disampaikan menyusul sejumlah kejadian longsor di beberapa wilayah. Salah satunya terjadi di jalur provinsi Bukanagara, Kecamatan Cisalak, pada Minggu (3/5).
Kepala Pelaksana BPBD Subang, Udin Jazudin, mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah rawan diminta lebih waspada, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan banjir,” ujarnya, Senin (4/5).
Longsor terbaru terjadi di jalan penghubung Desa Darmaga dan Desa Cupunagara, tepatnya di wilayah Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas akibat penerapan sistem buka tutup jalan.
BPBD mencatat, longsor di jalur Bukanagara kerap terjadi, terutama saat hujan deras yang membuat kondisi tanah menjadi labil.
“Berdasarkan asesmen, terdapat beberapa titik longsor skala kecil di wilayah Blok Pasir Bedil. Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintasi jalur ini ketika hujan,” kata Udin.
Sementara itu, seorang warga setempat, Caca, mengatakan hujan deras telah mengguyur kawasan tersebut sejak siang hingga sore sebelum longsor terjadi. Kondisi itu menyebabkan tanah menjadi labil dan memicu longsor di dua titik.
Material longsor sempat menutup akses jalan antar desa dengan lebar sekitar 3 meter dan panjang terdampak sekitar 30 meter.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, serta warga setempat langsung melakukan pembersihan material longsor. Saat ini, akses jalan dilaporkan telah kembali normal.