
Foto : Warga Tunjukan Bangunan Subang Plaza
SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang berencana menyulap bangunan Subang Plaza menjadi kawasan “Kota Tua” estetik yang diproyeksikan sebagai pusat ekonomi baru, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta sentra budaya.
Langkah ini menyusul kondisi aset bersejarah yang berada di dekat Alun-alun Subang tersebut saat ini terbengkalai, kumuh, dan terkesan angker.
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyatakan bahwa kawasan Subang Plaza memiliki potensi besar untuk menjadi episentrum geliat ekonomi daerah. Menurutnya, penataan kawasan ini akan mengolaborasikan peluang ekonomi modern dengan identitas lokal Subang.
“Konsepnya mungkin seperti Blok M di Jakarta, atau Kota Tua. Kita mau tata, nanti di sini kita ada tenant-tenant restoran dan lain-lain,” ujar Reynaldy, belum lama ini.
Bangunan yang berdiri di pusat kota ini memiliki nilai historis yang panjang bagi masyarakat Subang.
– Tahun 1811: Dibangun oleh pemerintah kolonial Inggris dan berfungsi sebagai pusat administrasi perkebunan (Het Hoofdkantoor van de Pamanoekan en Tjiasemlandes in Soebang).
– Tahun 2000: Bangunan dialihfungsikan menjadi Hotel Subang Plaza setelah dibeli oleh perorangan pada tahun 2000.
– Kondisi Saat Ini: Kepemilikan aset kini berada di bawah Rumah Sakit PTPN VIII (PT Agro Medika Nusantara).
Rencana transformasi ini mendapat dukungan kuat dari masyarakat setempat yang mengeluhkan kondisi bangunan saat ini. Selain dipenuhi semak belukar dan struktur bangunan yang mulai lapuk, kawasan tersebut dinilai memberikan kesan menyeramkan pada malam hari.
“Sayang sekali jika tidak dirubah, harusnya jadi sarana layanan publik yang lebih masif. Saya berharap Bupati Subang segera merealisasikan rencananya,” ujar salah seorang warga Subang, N. Rachmawati, Minggu, 24 Mei 2026.
Keluhan senada disampaikan oleh Jono, seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar Subang Plaza. Ia menyebut kondisi bangunan yang gelap sering kali dikeluhkan oleh para pengendara yang melintas.
“Lihat saja, semak belukar, bangunan lapuk. Jika malam hari pemandangannya menjadi angker. Tolong Pak Bupati segera rubah menjadi pusat layanan publik,” kata Jono.
Proyek penataan kawasan bersejarah ini tampaknya menjadi bagian dari tren pembenahan tata kota di wilayah Jawa Barat. Selain Subang, kawasan tetangga seperti Karawang juga tengah bersiap melakukan langkah serupa.
Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Karawang dilaporkan bakal melakukan perbaikan infrastruktur massal, mulai dari akses jalan, trotoar, hingga taman kota.
“Alun-alun akan menjadi kawasan Kota Tua Karawang
menggunakan alokasi anggaran APBD Perubahan 2026 atau APBD Murni 2027,” ujar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.