Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Gubernur Jabar Kesal, Trotoar Baru di Subang Dibongkar Lagi buat Kabel Bawah Tanah

Gubernur Jabar Kesal, Trotoar Baru di Subang Dibongkar Lagi buat Kabel Bawah Tanah

  • oleh

foto : KDMchannel

SUBANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluapkan kekesalannya saat menemukan trotoar yang baru selesai dipercantik kembali dibongkar untuk proyek pemasangan kabel bawah tanah di wilayah Subang.

Kekesalan itu terekam dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya. Dalam video tersebut, Dedi menyoroti kondisi trotoar yang sebelumnya telah tertata rapi namun kembali rusak akibat pekerjaan penggalian di sepanjang jalur pedestrian.

“Galian lagi, galian lagi, sudah bagus bongkar lagi, sudah bagus bongkar lagi,” ujar Dedi dalam video tersebut, Kamis (28/5/2026).

Pria yang akrab disapa KDM itu menilai pembongkaran trotoar setelah proses penataan selesai menunjukkan lemahnya koordinasi dan perencanaan antar pihak terkait. Menurutnya, proyek pemasangan kabel bawah tanah seharusnya sudah dipersiapkan sejak awal pembangunan trotoar dilakukan.

Ia mempertanyakan alasan pekerjaan kabel tidak dikerjakan bersamaan dengan pembangunan trotoar agar tidak menimbulkan pemborosan anggaran maupun kerusakan fasilitas publik yang baru selesai dibangun.

“Gimana ke depan coba dibikin terencana. Yang bikin galian kabel bawah tanah, menggalinya bareng waktu bikin trotoar biar biaya galinya lebih murah dan bisa bareng-bareng kerjanya, tidak begini,” ungkapnya.

Dedi juga mengaku kecewa karena proyek tersebut disebut berjalan tanpa pemberitahuan maupun koordinasi terlebih dahulu kepadanya.

“Dan enggak bilang dulu, kan saya tuh rumahnya di sini, harusnya bilang dulu,” katanya.

Dalam peninjauan itu, Dedi turut memberikan sejumlah masukan terkait metode pengerjaan kabel bawah tanah. Ia menyarankan agar pemanfaatan saluran air atau jalur infrastruktur yang sudah tersedia bisa dipertimbangkan sehingga tidak perlu membongkar seluruh area trotoar.

Selain itu, ia meminta pekerjaan dilakukan secara bertahap di titik-titik tertentu, bukan sekaligus di sepanjang jalur pedestrian. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Tak hanya soal pembongkaran trotoar, Dedi juga menyoroti kondisi area proyek yang dinilai kurang tertata. Ia melihat material tanah hasil galian berserakan di atas trotoar tanpa penutup memadai sehingga membuat area pejalan kaki menjadi kotor dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.