Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Jadi Pusat Industri Otomotif, Subang Dipilih Jadi Basis Mobil Nasional

Jadi Pusat Industri Otomotif, Subang Dipilih Jadi Basis Mobil Nasional

  • oleh

Foto : Ist

SUBANG – Pemerintah memilih Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi pembangunan kawasan industri mobil nasional (mobnas) seluas 412 hektare (ha). Kawasan ini akan menjadi pusat pengembangan industri kendaraan nasional yang digadang-gadang mampu bersaing dengan pemain kendaraan listrik (EV) global seperti BYD dari China dan VinFast dari Vietnam.

Rencana tersebut tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Pemerintah menyebut program mobil dan motor nasional merupakan bagian dari strategi industrialisasi dan hilirisasi dalam Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN).

Dalam dokumen KEM-PPKF 2027, pemerintah menjelaskan bahwa pengembangan mobil dan motor nasional bertujuan memperkuat kemandirian industri otomotif dalam negeri.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur, memperkuat rantai pasok domestik, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih berkualitas,” demikian tertulis dalam dokumen KEM-PPKF 2027 yang dikutip, Selasa (9/6/2026).

Selain menciptakan lapangan kerja, pemerintah menilai program ini juga dapat mendorong substitusi impor kendaraan dan meningkatkan kandungan lokal, sehingga berdampak positif terhadap neraca perdagangan nasional.

Kawasan industri mobnas akan dibangun di Subang dengan luas sekitar 412 ha. Pemerintah menyebut pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada strategi pemanfaatan aset negara yang belum optimal serta efisiensi penggunaan lahan publik.

“Pemilihan lokasi ini didasarkan pada strategi pemanfaatan aset negara yang belum optimal, sekaligus mendukung efisiensi penggunaan lahan publik dalam pengembangan kawasan industri baru,” tulis pemerintah dalam dokumen tersebut.

Dengan kawasan sebesar itu, proyek mobnas diproyeksikan menjadi salah satu pengembangan industri otomotif terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah menargetkan industri mobil nasional mampu memiliki daya saing di pasar domestik maupun global. Artinya, produk yang dihasilkan di kawasan industri Subang nantinya akan berhadapan langsung dengan dominasi produsen EV asal China dan Vietnam.

Namun, pemerintah mengingatkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada beberapa faktor, seperti skala produksi yang efisien dan efektivitas alih teknologi.

“Perlu menjadi perhatian bagaimana pencapaian skala produksi yang efisien, efektivitas alih teknologi, dapat selanjutnya mendukung produk memiliki daya saing di pasar domestik dan global,” tulis pemerintah.

Pada 2026, proyek mobil nasional disebut telah memasuki tahap pre-feasibility study dan pradesain prototipe. Pendanaan proyek jangka menengah diharapkan melibatkan Danantara serta pihak swasta.

Sejumlah kementerian juga akan berkoordinasi untuk membangun ekosistem pendukung proyek, mulai dari manufaktur, riset, hingga rantai pasok komponen kendaraan.

Selain mobil nasional, pemerintah juga mengembangkan program motor nasional berbasis listrik. Program ini difokuskan pada produksi kendaraan operasional roda dua listrik untuk kebutuhan taktis negara.

PT LEN ditunjuk sebagai pelaksana utama lintas kementerian. Hingga April 2026, proyek tersebut telah mendistribusikan 3.000 unit motor listrik secara nasional.

“Hingga April 2026, proyek telah mencapai distribusi 3.000 unit secara nasional, dengan fase 1 selesai dan fase 2 dalam tahap akhir kontrak,” demikian isi dokumen tersebut.