Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Harga Cabai Tembus Rp95 Ribu per Kg, Petani Subang Raup Untung Besar

Harga Cabai Tembus Rp95 Ribu per Kg, Petani Subang Raup Untung Besar

  • oleh
Foto : Petani Cabai Asal Subang

SUBANG – Petani cabai di Kabupaten Subang tengah menikmati masa panen yang menguntungkan. Lonjakan harga cabai rawit merah yang mencapai Rp85.000 hingga Rp95.000 per kilogram di tingkat pasar membuat pendapatan petani meningkat signifikan, terlebih di tengah hasil panen yang melimpah.

Kenaikan harga cabai terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Tingginya permintaan pasar yang tidak diimbangi pasokan yang stabil menjadi salah satu faktor utama melonjaknya harga komoditas tersebut. Selain itu, kondisi cuaca yang memengaruhi produksi di sejumlah sentra pertanian turut berdampak terhadap ketersediaan cabai di pasaran.

“Alhamdulillah, harga cabai sedang naik, untung jadi banyak,” kata petani cabai asal Subang, Dimas, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Dimas, tingginya harga cabai tidak menghambat penjualan hasil panen. Bahkan, sebagian besar hasil panennya telah dipesan pembeli jauh sebelum masa panen tiba.

“Cabai yang saya tanam ini sudah diborong oleh pembeli dari jauh hari,” ujarnya.

Di sisi lain, tingginya harga cabai justru menjadi beban bagi konsumen. Sejumlah warga mengeluhkan harga cabai yang terus merangkak naik di pasar tradisional.

“Sekarang buat masakan jadi bingung, harga cabai mahal. Ya diakali pakai merica,” ujar Rina, warga Subang.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Bambang Suhendar, menjelaskan kenaikan harga cabai merupakan dampak dari tingginya permintaan pasar sementara pasokan yang tersedia terbatas.

Ya hukum ekonomi, supply and demand. Permintaan tinggi sedangkan barang minim,” kata Bambang.

Ia mengungkapkan, kebutuhan cabai masyarakat Subang selama ini sebagian besar dipasok dari luar daerah, terutama melalui Pasar Caringin Bandung dan Pasar Kopo Purwakarta.

“Untuk di Subang sendiri jumlah petani cabai masih relatif sedikit. Karena itu kebutuhan cabai dipasok dari berbagai daerah,” ungkapnya.