Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Pemerintah Siapkan Subsidi Kedelai Lewat Bulog, Perajin Tahu-Tempe Subang Gembira

Pemerintah Siapkan Subsidi Kedelai Lewat Bulog, Perajin Tahu-Tempe Subang Gembira

  • oleh

Foto : Perajin Tahu Tempe Subang

SUBANG – Rencana pemerintah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram disambut positif oleh pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Subang. Kebijakan tersebut dinilai dapat membantu meringankan beban produksi yang selama ini tertekan akibat tingginya harga kedelai impor.

Pelaku usaha tahu dan tempe Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (KOPTI) Subang, Darsono, mengaku bersyukur jika program subsidi tersebut benar-benar direalisasikan.

“Ya Alhamdulillah jika itu terjadi, kita merasa terbantu di tengah harga kedelai yang sangat mahal,” kata Darsono saat ditemui, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, lonjakan harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir membuat biaya produksi terus meningkat. Kondisi itu memaksa para perajin untuk melakukan berbagai penyesuaian agar usaha tetap berjalan tanpa harus menaikkan harga jual produk kepada konsumen.

Darsono mengungkapkan, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyesuaikan ukuran produk tahu dan tempe yang dipasarkan. Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan keberlangsungan usaha.

“Kami tidak menaikkan harga, tetapi terpaksa menyesuaikan ukuran produk karena biaya bahan baku terus naik,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram guna membantu perajin tempe dan tahu menghadapi kenaikan harga bahan baku akibat gejolak pasar global.

Pada tahap awal, pemerintah berencana memberikan subsidi untuk sekitar 250.000 ton kedelai impor. Melalui Bulog,program tersebut ditujukan untuk menekan biaya produksi pelaku usaha kecil, khususnya perajin tahu dan tempe.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kedelai bersubsidi nantinya tidak akan dilepas ke pasar umum. Penyaluran akan dilakukan langsung kepada pelaku usaha yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku produksi.

” Belum ada penugasan ya, kami masih menunggu instruksi,” kata Rizal.