
SUBANG – Realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Subang Tahun 2026 hingga akhir Juni baru mencapai 33,12 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Subang karena masih rendahnya penyerapan anggaran di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun kecamatan.
Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Subang, Budhi Purnama, S.E., mengungkapkan bahwa capaian serapan anggaran saat ini masih jauh dari target yang diharapkan pada pertengahan tahun anggaran.”Serapan anggaran masih di angka 33,12 persen ya,” ujar Budhi, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, BKAD terus mendorong seluruh OPD dan kecamatan untuk mempercepat pelaksanaan program serta kegiatan yang telah direncanakan agar anggaran yang telah dialokasikan dapat segera direalisasikan.
Budhi juga memaparkan daftar OPD dan kecamatan dengan capaian serapan anggaran tertinggi maupun terendah hingga Juni 2026.
Untuk tingkat kecamatan, tiga besar serapan tertinggi ditempati Kecamatan Legonkulon dengan realisasi 52,25 persen, disusul Kecamatan Serangpanjang sebesar 51,88 persen dan Kecamatan Pagaden Barat sebesar 51,79 persen.
Sementara itu, tiga kecamatan dengan serapan terendah yakni Kecamatan Dawuan sebesar 43,09 persen, Kecamatan Binong sebesar 42,75 persen, serta Kecamatan Jalancagak yang baru mencapai 41,74 persen.
Di tingkat perangkat daerah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi OPD dengan serapan tertinggi yakni 50,39 persen. Posisi berikutnya ditempati Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral sebesar 49,24 persen dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sebesar 47,80 persen.
Sebaliknya, tiga OPD dengan serapan terendah adalah Dinas Sosial sebesar 27,87 persen, Dinas Kesehatan sebesar 21,29 persen, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang baru merealisasikan 8,82 persen anggarannya.
Rendahnya serapan anggaran tersebut turut mendapat sorotan dari Bupati Subang Reynaldy Putra Andita. Saat menghadiri kegiatan Subang Investment Forum 2026, Reynaldy meminta seluruh OPD dan kecamatan segera mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan.
“Jangan lambat, segera serap anggaran yang sudah disiapkan sesuai usulan kegiatan,” tegas Reynaldy.
Bupati bahkan mempertanyakan lambannya realisasi anggaran di sejumlah perangkat daerah. Ia meminta seluruh jajaran segera mengambil langkah percepatan agar program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.
“Kok lambat nyerap anggarannya? Segera diserap secepat mungkin,” kata Reynaldy.