
Foto : BLK Subang
SUBANG– UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Subang mewaspadai adanya praktik penipuan yang mencatut nama instansinya. Pihak BLK menegaskan tidak segan-segan menempuh jalur hukum apabila ditemukan oknum yang menyalahgunakan nama lembaga untuk merugikan masyarakat.
Kepala UPTD BLK Subang, Syauqi, mengaku prihatin dengan adanya dugaan upaya penipuan yang mengatasnamakan lembaganya. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat secara materiil, tetapi juga merusak citra pelayanan pemerintah.
Kami sangat menyayangkan hal itu. Kami mendukung penuh setiap upaya penegakan hukum terhadap siapa pun yang menyalahgunakan nama pemerintah untuk melakukan penipuan,” ujar Syauqi, Jumat (3/7/2026).
Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi dari korban terkait kerugian konkret, Syauqi memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi. Pihaknya akan membuka kanal pengaduan khusus bagi masyarakat yang menerima pesan atau tawaran mencurigakan.
“Setiap informasi yang masuk akan kami verifikasi terlebih dahulu. Apabila ditemukan bukti adanya unsur pidana, kami akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, pelaku penipuan diduga menggunakan modus untuk membangun kepercayaan calon korban. Syauqi membeberkan sejumlah pola mulai dari menggunakan logo, foto kantor, hingga dokumen yang dimanipulasi agar terlihat seperti identitas resmi BLK.Menghubungi korban melalui WhatsApp, telepon, atau media sosial dengan mengaku sebagai pegawai atau perwakilan BLK. Menawarkan kemudahan atau keuntungan tertentu untuk memancing korban,menciptakan kesan mendesak agar korban tidak memiliki waktu untuk melakukan verifikasi,dan meminta uang atau data pribadi dengan alasan yang dibuat seolah-olah resmi.
Guna menekan potensi penipuan, BLK Subang berkomitmen untuk memperkuat literasi digital masyarakat. Syauqi menyebutkan pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai elemen mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, media massa, hingga tingkat desa untuk menyebarkan edukasi pencegahan.
“Kami berharap masyarakat tidak mudah percaya pada iming-iming yang terdengar terlalu mudah atau menguntungkan, terutama jika disertai permintaan uang maupun data pribadi,” imbaunya.
Masyarakat diminta untuk selalu melakukan kroscek ke kanal resmi BLK Subang sebelum merespons informasi apa pun.