
Foto : Ist
SUBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Pemkab Subang resmi mengusulkan tambahan pasokan (dropping) Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg atau “gas melon” khusus untuk petani sasaran di lima kecamatan.
Langkah ini diambil merujuk pada regulasi terbaru Kementerian ESDM Nomor 37.K/MG.05/MEM.M/2023 yang mengatur distribusi elpiji bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Berdasarkan aturan tersebut, gas melon kini resmi bisa digunakan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah, UMKM sasaran, nelayan sasaran, dan petani sasaran.
“Nah di musim kemarau seperti ini, petani sasaran di Subang menggunakan gas melon untuk pompa air guna mengairi sawah mereka,” ujar Kasubag Ekonomi Setda Subang, Deni Kurnia, Selasa (7/7/2026).
Deni menjelaskan, Pemkab Subang saat ini berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Subang untuk mengajukan kuota tambahan ke pihak Pertamina.
Adapun lima kecamatan yang diusulkan mendapat dropping tambahan tersebut meliputi Kecamatan Cibogo, Kecamatan Pamanukan, Kecamatan Binong,Kecamatan Pusakajaya dan Kecamatan Pusakanagara.
Meski demikian, Deni menegaskan tidak semua petani bisa mendapatkan fasilitas ini. Pemerintah telah menetapkan klasifikasi bagi para petani.
“Sudah diusulkan ya, nah petani sasaran yang menerima dropping tersebut juga ada klasifikasinya, salah satunya memiliki luas sawah di atas setengah hektare,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Deni memastikan bahwa usulan dropping khusus ini tidak akan mengganggu pasokan rutin masyarakat umum. Upaya ini dilakukan justru agar lonjakan kebutuhan petani di musim kemarau tidak menyedot jatah bulanan rumah tangga.
“Usulan sudah dilakukan, ya bagaimana hasil dan jumlah yang di-dropping kami kabari lebih lanjut,” terangnya.
Penggunaan LPG 3 kg sebagai bahan bakar mesin pompa air (alkon) kini menjadi tren positif di kalangan petani Subang untuk menekan biaya operasional. Modifikasi mesin dari bahan bakar minyak (BBM) ke gas terbukti jauh lebih efisien.
Petani mengklaim 1 tabung gas melon berukuran 3 kg mampu mengoperasikan mesin pompa air hingga 8 jam penuh, jauh lebih murah dan tahan lama dibanding menggunakan BBM konvensional.