
SUBANG – Kekeringan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Subang, mulai berdampak serius pada sektor peternakan. Para peternak kini menjerit lantaran kesulitan mendapatkan rumput segar berkualitas untuk memberi makan hewan ternak mereka.
Padahal, pasokan pakan yang baik sangat krusial bagi pertumbuhan bobot sapi, kambing, hingga domba. Akibat kemarau panjang, kualitas rumput di padang gembalaan maupun lahan hijau menurun drastis.
“Sulit cari rumput untuk pakan ternak. Kalaupun ada ya gitu, kering (enggak bagus),” ujar salah seorang peternak asal Cibogo, Subang, Yanto, Kamis (9/7/2026).
Demi pakan kambing-kambingnya, Yanto mengaku terpaksa menempuh perjalanan yang lumayan jauh setiap hari. Ia harus mencari area yang belum sepenuhnya kering demi mendapatkan rumput berkualitas untuk dikonsumsi.
Kondisi serupa dialami Wildan, peternak asal Pamanukan. Karena rumput di wilayahnya banyak yang mengering, ia terpaksa memutar otak agar sapi-sapinya tidak kelaparan. Wildan kini beralih memanfaatkan hijauan alternatif dari dedaunan pohon yang lebih tahan terhadap cuaca ekstrem.
“Sangat sulit mencari rumput. Ya mau bagaimana lagi, manfaatkan dedaunan saja,” kata Wildan pasrah.
Ia kini rutin meramban daun pohon gamal, lamtoro, nangka, hingga sonokeling sebagai pengganti rumput yang kian sulit di dapatkan.
Krisis pakan akibat kekeringan ini menjadi ancaman nyata bagi populasi ternak di Kabupaten Subang yang jumlahnya terbilang fantastis. Berdasarkan data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, tercatat ada puluhan ribu ekor hewan ternak yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Subang, drh. Erlinawati Pasaribu, MM.CHRA, mengonfirmasi melimpahnya populasi tersebut.
“Totalnya puluhan ribu ekor ya, populasi ternak di kita memang sangat melimpah,” ujar Erlinawati beberapa waktu lalu.
Secara rinci, populasi ternak yang tercatat di Kabupaten Subang saat ini meliputi sapi sebanyak 10 ribu ekor, domba 75 ribu ekor, dan kerbau 600 ekor.
Jika kekeringan ekstrem terus berlanjut tanpa adanya solusi pakan alternatif yang masif, dikhawatirkan kesehatan dan produktivitas puluhan ribu ternak di Subang tersebut akan merosot tajam.