Lompat ke konten
Home » Tanpa Suntikan Modal APBD 2026, Dirut Perumda TRS Subang Pede Target Setoran PAD Rp2,1 Miliar Tercapai

Tanpa Suntikan Modal APBD 2026, Dirut Perumda TRS Subang Pede Target Setoran PAD Rp2,1 Miliar Tercapai

  • oleh

Foto : Lukman Nurhakim

SUBANG – Perumda Air Minum (Perumda) Tirta Rangga Subang (TRS) tetap optimistis dapat memenuhi target setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,1 miliar pada tahun ini. Keyakinan tersebut dipatok meski perusahaan pelat merah itu tidak mendapat alokasi penyertaan modal dari APBD Kabupaten Subang untuk tahun anggaran 2026.

Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, mengungkapkan bahwa selain nihil penyertaan modal daerah, pihaknya juga sudah tidak lagi menerima dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sejak 2024. Padahal, program subsidi pusat tersebut telah berjalan sejak 2011.

“Untuk penyertaan modal tahun 2026, kita tidak mendapat penyertaan modal dari APBD 2026. Termasuk bantuan dari APBN pun kita tidak ada. Sudah terhenti sejak tahun 2024 untuk program MBR,” ujar Lukman, Kamis (13/8).

Sebagai pengganti subsidi MBR yang dihentikan, pelayanan air bersih bagi masyarakat kurang mampu kini mengandalkan skema pengembalian dari kas daerah sesuai dengan ketentuan Permendagri.

Kendati tanpa tambahan modal pada tahun ini, Lukman menyebut fondasi infrastruktur dasar Perumda TRS telah diperkuat melalui alokasi APBD 2025. Dana tersebut sebelumnya diarahkan untuk tiga komponen utama, yakni pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Cijambe, penambahan jaringan pelanggan di wilayah Pantura, serta pengadaan pompa cadangan.

Menyongsong tahun 2027, Perumda TRS tengah mengupayakan kembali kucuran dana APBN guna memperluas jaringan perpipaan di kawasan pesisir Pantura. Langkah ini krusial untuk menunjang kebutuhan air bersih di sekitar Kawasan Pelabuhan Internasional Patimban.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran legislatif pusat, termasuk Komisi V DPR RI. “Kami mengusulkan jangan sampai Patimban itu berjalan besar, tapi masyarakat sekitarnya kekurangan air. Alhamdulillah dibantu oleh DPR RI, Bu Elita, dan Komisi V untuk pengadaan jaringan perpipaan ke daerah sekitar Pelabuhan Patimban,” tegas Lukman.

Saat ini, pasokan air bersih ke Kawasan Pelabuhan Patimban disalurkan dari IPA Pamanukan yang bersumber dari Tarum Timur, Binong, dengan kapasitas suplai rata-rata masih berada di kisaran 2 liter per detik. Angka ini masih berada di bawah hasil studi kelayakan Jepang yang memproyeksikan kebutuhan tahun ini mencapai 7 liter per detik seiring meningkatnya aktivitas ekspor-impor dan kapal yang bersandar.

Di samping itu, Perumda TRS juga tengah mengajukan revisi Peraturan Daerah (Perda) kepada DPRD Kabupaten Subang. Pasalnya, modal dasar perusahaan yang dipatok Rp100 miliar sejak 2009—yang dihitung berdasarkan konversi rupiah dan aset—sudah sepenuhnya terpenuhi dan melampaui limit.

Terkait jumlah pelanggan, Perumda TRS saat ini mencatat sekitar 50.000 sambungan aktif. Angka ini fluktuatif akibat penertiban berkala terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran sesuai Perbup.

“Kalau 2 bulan menunggak, ditutup sementara. Kalau 3 bulan belum bayar, cabut water meter-nya. Nanti kalau bayar, dipasang ulang. Jadi wajar kalau jumlah pelanggan naik turun,” jelas Lukman.

Meski dihadapkan pada tantangan penghentian subsidi pusat dan minimnya suntikan modal baru, kontribusi Perumda TRS ke kas daerah tetap berjalan. Dari target setoran PAD sebesar Rp2,1 miliar pada tahun ini, sekitar Rp800 juta dilaporkan telah berhasil disetorkan, dan manajemen optimis sisa target akan tercapai sepenuhnya pada Desember mendatang.