
Foto : Diabetes Melitus ( ilustrasi)
SUBANG– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mencatat sebanyak 20.876 warga terjangkit penyakit Diabetes Melitus (DM) sepanjang periode Januari hingga Juli 2026. Dari jumlah tersebut, mayoritas kasus didominasi oleh kaum perempuan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, dr. Indriati Oetama, merinci dari total puluhan ribu penderita tersebut, sebanyak 8.010 orang merupakan laki-laki dan 12.866 orang adalah perempuan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, dr. Indriati Oetama, merinci dari total puluhan ribu penderita tersebut, sebanyak 8.010 orang merupakan laki-laki dan 12.866 orang adalah perempuan.
“Sesuai data, dari Januari sampai Juli ini ada 20.876 penderita DM,” ujar dr. Indriati, Kamis (13/8/2026).
Indriati menjelaskan, tingginya angka penderita perempuan yang tercatat bukan berarti laki-laki lebih kebal terhadap penyakit ini. Faktor utamanya adalah tingkat kesadaran dan keaktifan kaum perempuan yang lebih tinggi untuk memeriksakan kesehatan diri ke puskesmas maupun fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.
“Ya, kaum perempuan lebih aktif dan peduli terhadap kesehatannya. Oleh karena itu, terdeteksi jauh lebih banyak perempuan dibanding laki-laki,” jelasnya.
Guna menekan laju pertumbuhan kasus diabetes, Dinkes Subang mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat melalui metode CERDIK, yang terdiri dari:
– Check kesehatan secara berkala.
– Enyahkan asap rokok dan hindari alkohol.
– Rajin melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
– Diet seimbang dengan memperbanyak buah-buahan dan sayuran.
Istirahatkan tubuh yang cukup setiap hari.
– Kelola stres dengan baik agar produksi hormon insulin tidak terganggu.
Selain itu, Indriati juga secara khusus menekankan pentingnya mengatur pola konsumsi harian. “Batasi gula, garam, serta lemak, dan rajin berolahraga,” ungkapnya.
Disinggung mengenai potensi fatalitas, Indriati tidak menampik bahwa diabetes melitus dapat memicu kematian. Namun, kondisi tersebut umumnya terjadi apabila penderita mengalami penyakit komplikasi lanjutan, seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga infeksi berat.
“Ya betul, itu bisa berakibat fatal jika disertai dengan penyakit penyerta. Oleh karena itu, kami menyarankan agar masyarakat senantiasa menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup,” pungkasnya.