
SUBANG — Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang mulai hangat dibicarakan seiring berakhirnya masa jabatan Asep Nuroni. Pemerintah Kabupaten Subang dipastikan bakal segera menggelar seleksi terbuka (open bidding) untuk mengisi posisi tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Subang tersebut.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan proses open bidding akan digelar dalam waktu dekat agar tidak terjadi kekosongan jabatan.
“Segera digelar open bidding,” ujar Reynaldy, beberapa waktu lalu.
Aturan penunjukan Sekda sendiri mengacu pada Undang-Undang ASN serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Persyaratan administrasi yang tergolong ketat membatasi siapa saja pejabat yang bisa melenggang ke tahap seleksi.
Status: PNS aktif.
– Pangkat Minimal: Pembina Tingkat I (IV/b).
– Pengalaman Kerja: Minimal 2 tahun menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama (eselon II.b).
Batas Usia Pelantikan:
– Maksimal 56 tahun bagi calon dari jabatan administrator atau fungsional ahli madya.
– Pengecualian hingga 58 tahun bagi PNS yang saat pendaftaran sedang/pernah menduduki jabatan setara JPT Pratama (seperti Kepala Dinas atau Asisten Daerah).
Dengan kriteria tersebut, sejumlah pejabat eselon II di Kabupaten Subang dipastikan gugur di tahap awal. Kepala Dinas Subang yang merupakan keterwakilan perempuan seperti kepala DKUPP Subang Hj.Yeni Nuraeni dipastikan lolos adminstrasi sedangkan lainya, diprediksi tidak lolos administrasi lantaran memasuki masa pensiun pada 2027) yang usianya telah menyentuh batas maksimal 58 tahun.
Terlebih figur perempuan seperti Hj. Yeni Nuraeni yang kini menduduki jabatan eselon II dinilai memiliki peluang besar memenuhi syarat administrasi untuk berlaga di bursa Sekda Subang.
Meski begitu, jajaran pejabat laki-laki yang mumpuni juga tak kalah bersaing. Nama-nama seperti Rona Mairansyah hingga Indri Tandia yang menduduki jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut digadang-gadang menjadi kandidat kuat.
Munculnya potensi calon dari kaum hawa ini mendapat respons positif dari masyarakat lokal. Warga menilai kehadiran kepemimpinan perempuan di birokrasi Subang dapat memberikan warna baru.
“Sesekali harusnya Sekda-nya dari kaum perempuan ya,” tutur Didin, salah seorang warga Subang, Kamis (14/8/2026).