
SUBANG – Ribuan anak di Kabupaten Subang tercatat putus sekolah sepanjang tahun 2025. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Subang meluncurkan program Infak Goes to School untuk menekan angka anak putus sekolah sekaligus membantu perbaikan sarana pendidikan di wilayahnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang tahun 2025, angka putus sekolah merata di seluruh jenjang. Sebanyak 1.190 siswa SD, 2.091 pelajar SMP, dan 2.776 siswa SMA terpaksa berhenti sekolah sebelum lulus. Selain itu, terdapat 1.318 anak lulusan SD yang tidak melanjutkan ke tingkat SMP, serta 3.335 lulusan SMP yang berhenti tanpa melanjutkan ke jenjang SMA.
Guna mengatasi persoalan ini, BAZNAS Subang menggagas program Infak Goes to School yang bertujuan mengedukasi siswa untuk berinfak sejak dini. Dana yang terkumpul bakal dialokasikan khusus bagi penanganan anak putus sekolah serta pembenahan infrastruktur sekolah yang belum tersentuh anggaran pemerintah.
Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan BAZNAS Subang, Heru Sugiharto,SH., menyatakan program ini menjadi bentuk intervensi langsung untuk mendukung sektor pendidikan daerah.
“Kami hadir di tengah masyarakat, membantu anak putus sekolah, dan perbaikan sarana dan prasarana sekolah, salah satunya dengan program Infak Goes to School,” ujar Heru pada Kamis (20/8/2026).
Heru menjelaskan, program ini dijadwalkan meluncur pada September 2026. Menjelang pelaksanaan, jajaran BAZNAS Subang akan gencar menggelar sosialisasi ke berbagai sekolah. Inisiatif ini telah mengantongi persetujuan penuh dari Disdikbud Subang dan Kementerian Agama (Kemenag) Subang. BAZNAS juga berencana melibatkan aparat penegak hukum (APH) guna memastikan pengawasan dan akuntabilitas aliran dana.
Dalam pelaksanaannya, penarikan infak akan diselenggarakan rutin setiap hari Jumat tanpa menerapkan target atau kupon wajib.
“Digelar tiap Jumat. Kami tidak mengeluarkan kupon karena infak sifatnya keikhlasan, tetapi nanti kami akan bicarakan lagi bersama pihak sekolah,” kata Ketua BAZNAS Subang, Dr. H. A. Sukandar, M.Ag belum lama ini.
Sebagai fondasi operasional, BAZNAS bakal membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap sekolah. Seluruh perolehan infak nantinya dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk pemenuhan ruang belajar, operasional bantuan pendidikan, hingga fasilitas penunjang lain yang belum terakomodasi oleh APBD maupun APBN.