
Foto : Mentan Amran Kunjungi Subang
SUBANG – Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (2/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mentan meninjau langsung lahan padi yang menggunakan metode modern Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).
Didampingi oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita BR dan jajaran Perum Bulog, Mentan Amran memuji efektivitas metode PM-AAS yang diklaim mampu menggandakan hasil panen petani secara signifikan.
Ia menjelaskan, metode konvensional biasanya hanya menghasilkan sekitar 360 ribu rumpun per hektare dengan produktivitas rata-rata 5 sampai 6 ton. Namun, lewat penerapan PM-AAS, jumlah rumpun bisa didongkrak hingga 800 ribu sampai 1 juta per hektare.
“Ini meningkatkan dua kali lipat, yang biasanya 5 ton bisa berproduksi 11 sampai 12 ton per hektare,” ungkap Amran di lokasi peninjauan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Subang Reynaldy memastikan pihaknya siap memperluas penerapan metode modern ini di seluruh wilayahnya. Terlebih, Subang saat ini tengah menggenjot program cetak sawah baru di atas lahan eks galian tanah merah.
“Insyaallah ke depannya akan diterapkan secara keseluruhan di Kabupaten Subang, karena kita ada cetak sawah baru dari galian-galian tanah merah. Kita akan sinkronkan dengan Kementerian Pertanian untuk memperkuat Subang sebagai lumbung padi nasional,” ujar Reynaldy.
Selain meninjau sawah modern, Mentan Amran bersama Bupati Subang turut meresmikan Pusat Produksi Benih Sumber Padi BRMP Kementerian Pertanian. Keduanya juga menyempatkan diri menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat Desa Ciasem Girang.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Subang Laswenri memastikan stok beras untuk Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di wilayahnya dalam kondisi aman. Tercatat sebanyak 8.338 ton beras disiapkan untuk disalurkan kepada 277.954 Penerima Bantuan Pangan (PBP) selama periode tersebut.
“Stok kita aman, masyarakat jangan khawatir. Jajaran kami juga terus aktif menyerap gabah di tingkat petani demi menjaga ketahanan pangan,” pungkas Laswenri.