
Foto : Ketua DPC FKDT Subang Agus Rahayu pantau jalannya lomba bulu tangkis di Porsadin 2026
SUBANG – Sorak-sorai penonton menggema di dalam Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Sabtu (5/9/2026) siang. Di tengah lapangan bulu tangkis yang dibatasi garis putih, seorang santri berpakaian olahraga tampak bersiap menanti datangnya bola.
Begitu shuttlecock melambung tinggi di udara, lompatan peserta setinggi mungkin. Sebuah pukulan smash keras menghujam area lawan. Gemuruh tepuk tangan dan teriakan histeris dari para orang tua serta panitia spontan memecah ketegangan di dalam ruangan.
Suasana riuh tak hanya tercipta di dalam aula Kemenag. Beberapa ratus meter dari sana, tepatnya di Lapangan Dolog Subang, ketegangan serupa berhembus di lintasan lari. Derap langkah kaki puluhan santri yang berlari kencang dalam lomba lari 100 meter disambut sorak-sorai penonton yang berdiri di tepi lapangan, menyemangati jagoan dari kecamatan masing-masing.

Foto : Porsadin 2026
Keriuhan itu menjadi potret kemeriahan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah (Porsadin) 2026 tingkat Kabupaten Subang. Bagi para santri Diniyah Takmiliyah, panggung tahunan ini bukan sekadar urusan kejar-mengejar piala, melainkan ruang bebas untuk mengekspresikan bakat dan memupuk ukhuwah islamiyah.
Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Subang, Agus Rahayu S.Pd.I, menyampaikan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah komprehensif bagi para santri, baik di bidang olahraga maupun seni keagamaan.
“Ini event tahunan, kita fokus mengembangkan bakat santri baik dari sisi olahraga maupun keagamaan,” ujar Agus di sela-sela memantau jalannya kegiatan, Sabtu (5/9/2026).
Menariknya, dinamika kompetisi yang mempertemukan ratusan peserta dari berbagai wilayah Subang ini tuntas dirampungkan dalam satu hari penuh. Begitu seluruh cabang olahraga dan seni selesai dipertandingkan, nama-nama pemenang langsung ditetapkan sore hari itu juga. Kelancaran acara ini tak lepas dari kolaborasi dan sinergi apik antara FKDT dengan berbagai elemen lintas sektor di Kabupaten Subang.
Bagi Agus dan jajaran pengurus FKDT, Porsadin tidak berhenti pada selebrasi juara di atas podium. Ajang ini merupakan fondasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter untuk masa depan daerah.
“Event ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bentuk sinergi. Para santri memiliki potensi besar, dan kami di FKDT berkomitmen mempersiapkan SDM santri yang lebih baik untuk menyokong Subang yang lebih baik, menuju Subang Ngabret,” pungkas Agus.
