
SUBANG – Kebakaran lahan masih berlangsung di bekas tempat pembuangan akhir (TPA) Panembong, Kelurahan Parung, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang. Selama musim kemarau 2026, terjadi sedikitnya sembilan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Subang.
“Untuk kebakaran di bekas TPA Panembong masih terjadi sampai hari ini. Tim gabungan masih melakukan pemadaman,” kata Enda, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, Rabu 29 Juli 2026.
Kebakaran lahan di sana dilaporkan pertama kali terjadi pada 11 Juli 2026 dan berlangsung hingga beberapa hari. Bencana serupa ternyata kembali terjadi selama lebih dari dua pekan terakhir tanpa henti sehingga menyebabkan kabut asap yang mengganggu warga. Enda mengatakan, proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan oleh tim gabungan pemadam kebakaran dan BPBD Subang.
Namun, dia mengakui tindakan tersebut masih terkendala sejumlah faktor, termasuk cuaca panas akibat musim kemarau. “Selain area kebakarannya yang luas, kendala lainnya juga karena cuaca panas, angin kencang dan personel yang terbatas. Jadi, saat ini kami terus berusaha melakukan pendinginan.
Sementara itu, BPBD Subang mencatat sedikitnya ada sembilan kebakaran di lokasi berbeda selama musim kemarau 2026. Bencana tersebut tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kalijati, Dawuan, Subang, Serangpanjang, Cibogo, dan Kasomalang. Enda memastikan delapan kebakaran lainnya sudah ditangani oleh tim gabungan karena tidak terlalu besar. Namun, hanya satu kebakaran yang diakui sangat sulit untuk dipadamkan yaitu kebakaran di lahan bekas TPA Panembong.