Lompat ke konten
Home » Gegara Rebutan Jatah Air Sawah Saat Kemarau, Petani Tewas Dianiaya Tetangga Sepulang Salat Subuh

Gegara Rebutan Jatah Air Sawah Saat Kemarau, Petani Tewas Dianiaya Tetangga Sepulang Salat Subuh

Foto : Warga tunjukan korban tergeletak, Sumber ( VivaJogja)

Infoaktual – Perselisihan urusan air sawah di musim kemarau berujung maut di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang petani lanjut usia bernama Sadimin (70) tewas bersimbah darah setelah diserang tetangganya sendiri, S (35), Minggu (13/9/2026) pagi.

Dikutip dari VivaJogja,peristiwa tragis ini bermula saat korban melintas di depan rumah terduga pelaku usai menunaikan salat subuh sekitar pukul 05.00 WIB. Diduga diliputi emosi akibat konflik pengairan yang terjadi beberapa hari terakhir, pelaku nekat mengejar dan menyerang korban menggunakan senjata tajam.

Warga sekitar, Badri (47), awalnya mengira korban merupakan korban kecelakaan tunggal setelah mendengar teriakan panik dari istrinya. Ia langsung keluar rumah dan mendapati Sadimin tergeletak di tengah jalan kampung dalam posisi miring dengan luka parah di bagian kepala belakang hingga perut.

“Saat saya dekati dan pegang perutnya, napasnya masih ada. Tapi tidak lama kemudian saat warga lain datang mengecek, nadinya sudah tidak terasa,” ujar Badri di lokasi kejadian.

Kapolres Sragen Kombes Pol Dewiana Syamsu Indyasari mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan sementara, ketegangan antara korban dan pelaku sudah berlangsung beberapa hari akibat rebutan jatah air sawah di musim kemarau.

Kepada penyidik, terduga pelaku mengaku nekat menghabisi korban lantaran merasa sakit hati dan terancam oleh perkataan Sadimin. Pelaku bahkan mengaku kepikiran masalah tersebut hingga tidak bisa tidur semalaman.

“Dia sampai semalaman tidak bisa tidur kepikiran gara-gara air,” kata Kapolres.

Polisi telah mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti sebilah pisau yang ditemukan tertancap di batang pohon pisang di dekat rumah pelaku. Saat ini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk ibu pelaku yang berada di lokasi kejadian, serta menunggu hasil otopsi rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.