
Foto : Perumda TRS
SUBANG – Perumda Air Minum Tirta Rangga Subang (Perumda TRS) meningkatkan kewaspadaan menyusul penurunan debit air baku akibat musim kemarau. Kondisi ini membuat pasokan air bersih bagi sekitar 2.500 pelanggan di Kecamatan Tanjungsiang berada dalam situasi pas-pasan.
Sekitar 2.500 pelanggan tersebut menggantungkan kebutuhan air dari Unit Pengolahan Air (UPA) Tanjungsiang di Desa Buniara, yang mengolah air baku dari Sungai Cikembang dan Citombe. Dalam kondisi normal, kapasitas pengolahan unit ini mencapai 30 liter per detik.
Namun, dalam tiga bulan terakhir, debit kedua sungai tersebut dilaporkan merosot drastis.
“Sekitar 2.500 pelanggan sangat bergantung kepada kontinuitas dan kondisi air dari sungai yang kami olah,” kata Direktur Utama Perumda TRS, Lukman Nurhakim, saat meninjau UPA Tanjungsiang, Kamis (17/9/2026).
Meski demikian, Lukman memastikan proses produksi air bersih untuk sementara waktu masih tetap berjalan. Hanya saja, ketersediaan air saat ini sudah berada dalam batas minimum.
Menurut Lukman, dalam tiga bulan terakhir penurunan debit sungai cukup drastis. Meski produksi air masih bisa dipertahankan, ketersediaan air baku saat ini dinilai sudah berada dalam kondisi pas-pasan.
“Alhamdulillah masih bisa mencukupi untuk produksi, tetapi memang pas-pasan. Jadi kami harus betul-betul memaksimalkan pengolahan, termasuk mengantisipasi kebocoran,” katanya.
Kondisi tersebut membuat kebocoran jaringan menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan. Sebab, kehilangan air dalam jumlah kecil sekalipun dapat berpengaruh terhadap kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.
