
Foto : Persediaan makanan dan minuman
Infoaktual – Pemerintah Inggris dan Jepang resmi mengeluarkan imbauan kepada para warganya untuk mulai menimbun persediaan makanan, air minum, dan kebutuhan darurat minimal untuk tiga hari (72 jam). Langkah pencegahan ini diambil guna menghadapi potensi krisis global, ancaman keamanan, serta bencana alam skala besar yang diprediksi akan terjadi di 2030.
Di Inggris, imbauan ini dikemas dalam kampanye bernama ‘Be Ready’ yang dipersiapkan sebelum masuknya musim badai musim dingin. Kampanye ini dirilis di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah terkait krisis iklim, ancaman fenomena super El Niño yang berpotensi memicu gelombang panas pada 2027, ketergantungan pada teknologi, hingga potensi terorisme yang disponsori negara asing terhadap infrastruktur vital.
Menteri Keamanan Inggris, Dan Jarvis, mengimbau warga yang mampu untuk segera bersiap. “Imbauan tersebut merupakan langkah-langkah sederhana untuk bersiap menghadapi keadaan darurat sehari-hari, sebagai upaya yang lebih luas dan berorientasi pada masyarakat untuk meningkatkan ketahanan kita sebagai sebuah bangsa,” Rabu ( 28/10/2026). ujar Jarvis.
Senada dengan Jarvis, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan nasional terhadap ancaman sabotase infrastruktur oleh kekuatan musuh.
Pemerintah Inggris menyarankan setiap rumah tangga untuk menyimpan air minum sebanyak tiga liter per orang per hari (total sembilan liter), persediaan air untuk memasak dan mencuci, makanan tahan lama, selimut, uang tunai, kotak P3K, senter baterai, serta radio FM engkol.
Sementara itu, Pemerintah Jepang juga mengambil langkah serupa dengan fokus utama pada mitigasi bencana alam skala besar. Menteri Penanggulangan Bencana Jepang, Goshi Hosono, dijadwalkan merilis imbauan resmi ini pada 2 November mendatang, bertepatan dengan peluncuran badan penanggulangan bencana baru.
Pemerintah Jepang mengimbau warganya menyiapkan stok kebutuhan mandiri untuk 3 hingga 7 hari guna mengantisipasi kelumpuhan jalur logistik pascabencana.
“Saya ingin menyarankan agar masyarakat menyiapkan persediaan untuk setidaknya tiga hari, dan untuk satu minggu jika memungkinkan. Mohon siapkan persediaan makanan, kebutuhan toilet, dan air yang cukup di rumah agar Anda tetap dapat memenuhi kebutuhan meskipun tanpa dukungan publik dari pemerintah,” tegas Hosono.
Imbauan mendesak ini dikeluarkan mengingat potensi ancaman gempa dahsyat di Palung Nankai, gempa bumi yang berpusat di bawah ibu kota Tokyo, gempa di Palung Kuril dan Jepang, hingga risiko letusan Gunung Fuji. Selain mendorong kemandirian warga, pemerintah Jepang juga berkomitmen memperluas fasilitas sanitasi, makanan hangat, dan tempat tidur di lokasi-lokasi pengungsian.
Imbauan mendesak ini dikeluarkan mengingat potensi ancaman gempa dahsyat di Palung Nankai, gempa bumi yang berpusat di bawah ibu kota Tokyo, gempa di Palung Kuril dan Jepang, hingga risiko letusan Gunung Fuji. Selain mendorong kemandirian warga, pemerintah Jepang juga berkomitmen memperluas fasilitas sanitasi, makanan hangat, dan tempat tidur di lokasi-lokasi pengungsian.
Sorotan Warganet Indonesia
Dua imbauan besar dari negara maju ini menuai respons beragam dari warganet Indonesia di media sosial. Sejumlah netizen menyikapi isu ini dengan santai seraya menyinggung ketahanan pangan lokal seperti keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) dan Dapur SPPG.
Salah satu nya akun taufik_hhddyytt yang berkomentar di medsos Instagram bahwasanya jika ada bencana yang terjadi maka bisa teratasi oleh Kopdes dan Dapur SPPG. ” Stok kami aman karena ada Kopdes dan Dapur SPPG,” tulisnya dalam komentar.
Akun lainnya, insial_0238 berkomentar bahwa banyak yang berspekulasi bakal ada yang terjadi di tahun 2030.” Hampir 85 persen pakar dan elite dunia memetakan tanda tanya di tahun 2030.Entah itu krisis global atau perang dunia 3 pecah, semuanya tidak bisa dicerna secara logika,” tulisnya.

