
Foto : Banjir Bandang di Ciater
SUBANG – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Subang mengimbau seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan relawan kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan seiring datangnya musim penghujan. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang dinilai mengintai berbagai wilayah di Subang.
“Kami dari Tagana Subang meminta agar masyarakat tetap waspada di musim penghujan seperti ini,” ujar Ketua Tagana Subang, Jajang Abdul Muhaimin, Sabtu (31/10/2026).
Jajang menjelaskan, potensi ancaman yang harus diwaspadai secara khusus adalah bencana longsor dan banjir bandang, terutama di wilayah Subang bagian selatan. Ancaman tersebut bukan tanpa sebab, mengingat bencana banjir bandang baru saja menerjang Desa Palasari, Kecamatan Ciater, pada Jumat (30/10/2026) malam.
Material longsor yang terbawa arus air merangsek masuk ke permukiman warga setelah hujan deras mengguyur. Sebanyak tujuh rumah warga dan satu bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) dilaporkan terdampak.
“Lumpur tebal masuk ke dalam rumah warga, sementara jalan poros kabupaten tertutup material lumpur sepanjang kurang lebih 300 meter. Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim hujan,” ungkap Jajang.
Sebagai langkah antisipasi, Tagana Subang telah menyiagakan sebanyak 100 personel relawan yang disebar di seluruh wilayah Kabupaten Subang lengkap dengan sarana pendukungnya.
Berdasarkan pemetaan Tagana, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Subang memiliki kerawanan terhadap bencana. Berikut adalah rincian wilayah rawan bencana di Kabupaten Subang:
Wilayah Rawan Longsor dan Banjir Bandang:
– Tanjungsiang
– Cisalak
– Kasomalang
– Ciater
– Sagalaherang
– Serangpanjang
– Cijambe
– Jalancagak
Wilayah Rawan Banjir:
Pamanukan
– Legonkulon
– Sukasari
– Ciasem
– Pabuaran
– Pusakanegara
– Pusakajaya
– Blanakan
– Tambakdahan
– Pagaden
– Subang
– Patokbeusi
Melihat luasnya sebaran wilayah potensi bencana, Tagana Subang menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif, baik dari masyarakat maupun instansi terkait, guna meminimalisasi risiko korban jiwa dan kerugian material selama musim penghujan ini.
Sementara itu, Salah satu warga Palasari, Ciater, Asep, menuturkan bahwa bencana tersebut datang secara tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. “Kejadiannya begitu cepat, air langsung masuk ke rumah warga,” tuturnya.

