
Foto : Kepala Dinsos Subang
SUBANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang memastikan ketersediaan cadangan logistik (buffer stock) dalam kondisi aman untuk mengantisipasi potensi bencana alam di musim penghujan, baik penanganan skala kecil maupun Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Saeful Arifin, mengungkapkan bahwa untuk dampak bencana skala kecil dengan kisaran 20 hingga 30 Kepala Keluarga (KK), penyaluran bantuan dapat ditangani langsung menggunakan stok logistik daerah yang ada saat ini.
“Aman ya, kita punya buffer stock,” ujar Saeful Arifin saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Sementara itu, untuk penanganan bencana skala besar yang terdampak hingga ratusan hingga ribuan KK, Dinsos Subang akan berkoordinasi mengajukan penambahan bantuan ke Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Biasanya bantuan yang disalurkan meliputi mie instan, sarden, beras, pakaian layak pakai, tenda penampungan, serta kebutuhan dasar lainnya,” jelas Saeful.
Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana penanggulangan bencana, Dinsos menyiagakan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang bersinergi dengan instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Subang.
Terkait skema penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), Saeful menambahkan bahwa alokasi tersebut baru dapat dimohonkan pasca-kejadian darurat dan dikhususkan untuk kriteria bencana berskala besar.
Di tempat terpisah, Ketua Tagana Kabupaten Subang, Jajang Abdul Muhaimin, menegaskan bahwa ancaman bencana alam memang sulit diprediksi secara pasti. Namun, fokus pemetaan dan kesiapsiagaan saat ini diarahkan pada potensi tanah longsor serta angin puting beliung di kawasan rawan menjelang akhir tahun.
“Ada beberapa kejadian akhir-akhir ini, seperti pohon tumbang dan longsor di berbagai titik wilayah,” tutur Jajang.
Jajang juga menambahkan, untuk ancaman banjir, intensitas hujan diperkirakan mulai meningkat secara signifikan pada periode Januari hingga Maret. Pihaknya terus mengintensifkan mitigasi di kawasan rawan genangan.
“Mitigasi banjir masih kita prioritaskan dan fokuskan di wilayah Pantura,” pungkasnya.

