
foto: Ilustrasi
SUBANG – Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Demam Berdarah Dengeu ( DBD ) dimasa peralihan musim ( Pancaroba).Memasuki periode penyeberangan kemarau ke musim hujan, Dinkes mendata 7 warga Subang meninggal dunia akibat DBS sepanjang periode Januari hingga Oktober 2026
Berdasarkan data resmi Dinkes Kabupaten Subang tahun 2026, tercatat sebanyak 1.046 kasus DBD akumulatif dengan rincian 508 pasien laki-laki dan 538 pasien perempuan, serta 7 kasus kematian (M).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, dr. Indriati Oetama, membenarkan adanya kasus kematian tersebut dan menyampaikan salah satu korbannya masih berusia 9 tahun. Selain itu, penemuan kasus juga menjadi perhatian di Kecamatan Pagaden setelah seorang anak berusia 14 tahun terkonfirmasi menjadi korban DBD.
“Ada 7 orang yang meninggal dunia dari Januari sampai Oktober 2026,” ujar dr. Indriati Oetama yang akrab disapa Noni, Kamis (5/11/2026).
Menanggapi potensi lonjakan penuralan, Dinkes Subang langsung menerjunkan tim untuk melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lokasi ditemukannya kasus guna mendeteksi ada atau tidaknya penderita baru. Langkah penyemprotan (fogging) juga dilakukan di area terdampak untuk memutus mata rantai penularan nyamuk Aedes aegypti.
Noni mengimbau agar orang tua lebih ketat menjaga anak-anak mereka dari gigitan nyamuk, terutama saat beraktivitas di lingkungan sekolah dan permukiman pada jam-jam aktif nyamuk.
“Kami melakukan kajian, nyamuk Aedes aegypti aktif pada jam 09.00–11.00 WIB dan 16.00–18.00 WIB. Para orang tua wajib menjaga anaknya, salah satunya dengan memberikan lotion anti-nyamuk saat beraktivitas,” jelasnya.
Pihak Dinkes juga menegaskan pentingnya gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+ di lingkungan rumah tangga dan tempat umum, mengingat nyamuk penular DBD sangat menyukai genangan air bersih. Masyarakat yang mengalami gejala DBD diminta untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
“Untuk pemberian bubuk abate itu gratis. Stok cairan fogging kami juga masih tersedia 15 liter,” tambahnya.
Sementara itu, menanggapi ditemukannya kasus di area permukiman warga seperti di Kecamatan Pagaden, masyarakat mendesak Dinkes Subang untuk gencar meningkatkan sosialisasi pencegahan dan penanganan DBD hingga ke tingkat desa.

