Lompat ke konten
Home » Lulusan SMK Masih Menyumbang Pengangguran Tertinggi di Jabar, Warga Subang Minta Disnakertrans Berinovasi

Lulusan SMK Masih Menyumbang Pengangguran Tertinggi di Jabar, Warga Subang Minta Disnakertrans Berinovasi

Foto : Istimewa

SUBANG – Penurunan angka pengangguran di Jawa Barat (Jabar) pada 2026 belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh kelompok pencari kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi statistik pengangguran di Tanah Pasundan.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jabar pada Agustus 2026 sebesar 6,67 persen. Angka ini mengalami penurunan 0,10 persen poin dibandingkan periode Agustus 2025 yang mencapai 6,77 persen.

Meski demikian, pengangguran pada jenjang pendidikan SMK masih menduduki posisi teratas.

“Pada Agustus 2026, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 12,19 persen,” kata Margaretha dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Jabar, Bandung, Kamis (5/11/2026).

Kondisi tingginya angka pengangguran tersebut turut memicu respons dari tingkat daerah. Warga Kabupaten Subang mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Subang untuk lebih aktif berinovasi dalam menyerap tenaga kerja lokal.

Erna, seorang mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Subang, menyoroti besarnya jumlah warga yang memilih bekerja ke luar negeri akibat sulitnya mendapat pekerjaan di dalam negeri.

“Banyaknya tenaga kerja ke luar negeri tiap tahunnya, di samping penghasilan di sana menjanjikan, mereka sebenarnya sulit bekerja di negeri sendiri,” ujar Erna, Minggu (8/11/2026).

Erna mendorong pimpinan Disnakertrans Subang membuat langkah konkret, seperti menjalin kerja sama resmi dengan perusahaan-perusahaan di daerah disamping pelatihan kompetensi bagi para pencari kerja yang tetap berjalan.

“Semacam MoU dengan pabrik-pabrik, ya itu harus dilakukan untuk menekan angka pengangguran,” tegasnya.