
SUBANG – Memasuki hari-hari pertama sekolah menjadi momen krusial sekaligus tantangan tersendiri bagi anak. Agar proses adaptasi berjalan mulus tanpa diwarnai kepanikan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang merilis panduan praktis khusus bagi para orang tua.
Panduan yang digagas oleh Bidang Rehabilitasi BPBD Subang ini dirancang untuk membekali orang tua dalam membangun rasa aman, percaya diri, dan kesiapan mental anak di lingkungan barunya.
Kepala Seksi Rehabilitasi BPBD Subang, Tomy Hidayat, menekankan bahwa fondasi utama psikologis anak dalam beradaptasi adalah rasa aman dan dukungan emosional dari keluarga.
“Dukungan, cinta, dan pendekatan yang tepat dari orang tua adalah kunci utama agar anak merasa tenang dan nyaman di sekolah. Kami ingin orang tua hadir bukan hanya secara fisik saat mengantar, tetapi juga memberikan penguatan mental,” ujar Tomy.
Dalam panduan tersebut, BPBD Subang memetakan langkah konkret hingga teknik menenangkan anak. Selain itu, Tomy juga mengingatkan para orang tua untuk menghindari beberapa kesalahan pola asuh yang kerap terjadi saat anak merasa cemas atau enggan masuk sekolah.
Berikut 5 hal yang dilarang keras dilakukan orang tua:
– Menakut-nakuti anak mengenai kondisi atau situasi di sekolah.
– Menunjukkan kecemasan berlebihan di hadapan anak.
– Memperpanjang proses perpisahan saat mengantar di gerbang sekolah.
– Membanding-bandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya.
– Meremehkan atau mengabaikan perasaan cemas yang sedang dialami anak.
Melalui edukasi ini, BPBD Subang berharap para orang tua dapat lebih siap mendampingi tumbuh kembang anak, sehingga masa transisi masuk sekolah dapat berlangsung hangat dan menyenangkan.