Lompat ke konten
Home » Anggaran Bantuan Pangan Q4/2026 Rp17,54 T Disiapkan, Warga Subang Minta Segera Disalurkan

Anggaran Bantuan Pangan Q4/2026 Rp17,54 T Disiapkan, Warga Subang Minta Segera Disalurkan

Foto : Gudang Bulog

SUBANG – Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp17,54 triliun untuk menyalurkan program bantuan pangan beras pada kuartal IV/2026. Bantuan ini dialokasikan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Pada periode Oktober hingga Desember 2026, penyaluran bantuan pangan tersebut akan dirapel sekaligus sebanyak 30 kilogram per KPM. Program ini menargetkan sekitar 33,24 juta KPM yang berada pada kategori desil 1 hingga desil 4. Dengan jumlah sasaran tersebut, total pasokan beras yang perlu disiapkan oleh pemerintah mencapai sekitar 997.200 ton.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya telah menerima surat penugasan penyaluran bantuan pangan tersebut. Dengan demikian, distribusi dapat segera dilakukan setelah data penerima bantuan diterima dari Kemensos.

“Suratnya sudah keluar. Untuk kemasan dan berasnya juga sudah siap semuanya. Tinggal menunggu nama-nama penerima yang belum kami terima dari Kementerian Sosial. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ke depan sudah bisa keluar dan segera kita salurkan,” ujar Rizal dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Salah satu KPM di Kabupaten Subang, Lastri, menyambut baik program tersebut dan mengaku sangat terbantu dengan adanya alokasi beras gratis dari pemerintah.

“Alhamdulillah saya selalu mendapat bantuan pangan dari Bulog Subang,” ujar Lastri.

Meski demikian, Lastri mengungkapkan bahwa bantuan pangan alokasi Oktober hingga Desember sampai saat ini belum ia terima. Ia berharap penyaluran alokasi kuartal keempat tersebut dapat segera direalisasikan.

“Ya mudah-mudahan segera disalurkan,” pintanya.

Sebagai informasi, alokasi anggaran penyaluran bantuan sosial ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerimaan pajak masih menjadi penopang utama APBN dengan kontribusi mencapai sekitar 70 persen terhadap total penerimaan negara.