Lompat ke konten
Home » Antisipasi Kekeringan Meluas, Mentan Amran Genjot Pompanisasi di Subang: Jangan Sampai Petani Gagal Panen!

Antisipasi Kekeringan Meluas, Mentan Amran Genjot Pompanisasi di Subang: Jangan Sampai Petani Gagal Panen!

  • oleh

foto: istimewa

SUBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melakukan mitigasi guna mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau di berbagai daerah. Langkah ini diambil demi memastikan lahan pertanian tetap mendapat pasokan air, sehingga petani terhindar dari risiko gagal panen (puso).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memilih bergerak lebih awal sebelum dampak kekeringan meluas di seluruh wilayah Indonesia. Strategi utamanya adalah dengan mempercepat penyediaan sumber air melalui program pompanisasi.

“Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam,” tegas Amran,Jumat (10/7/2026).

Sebagai bentuk penguatan mitigasi, Kementan terus memperluas sebaran program pompanisasi ke kantong-kantong pertanian. Tercatat sepanjang periode 2023–2025, Kementan telah menyalurkan sebanyak 80.158 unit pompa air kepada petani di seluruh Indonesia.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2026 ini pemerintah menargetkan penyaluran tambahan sebanyak 11.000 unit pompa air. Langkah masif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan produksi pangan nasional di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Merespons situasi di lapangan, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Subang dan penyuluh pertanian langsung turun ke Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Rabu (8/7).

Tim gabungan ini melakukan identifikasi kondisi riil di lapangan sekaligus menyiapkan penanganan cepat. Hasilnya, sejumlah desa di Kecamatan Cipunagara memang membutuhkan dukungan irigasi perpompaan secepatnya demi menyelamatkan tanaman padi yang kini sedang dalam fase pertumbuhan.

Sebagai solusi konkret, Kementan langsung menyiapkan bantuan delapan unit pompa yang akan dibangun secara bertahap guna mengamankan pasokan air di wilayah terdampak.

Pemerintah berharap dengan percepatan realisasi bantuan pompa air di titik-titik krusial seperti Subang, potensi gagal panen massal akibat musim kemarau tahun ini dapat ditekan seminimal mungkin.

Sementara itu, kondisi di tingkat tapak menunjukkan para petani mulai cemas. Wahidin, salah seorang petani asal Cipunagara, mengeluhkan kondisi areal persawahannya yang kian mengering dan terancam gagal panen.

“Kami minta bantu kepada pemerintah, jangan sampai padi yang kita tanam gagal panen,” keluh Wahidin.

Kondisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di Cipunagara. Petani asal Cibogo, Ruskam, mengungkapkan bahwa efek kemarau ini sudah mulai meluas ke beberapa kecamatan lain di Kabupaten Subang.

“Kabarnya tidak hanya di Cibogo saja. Di Pamanukan, Pusakanagara, dan Pagaden juga sama, areal persawahannya mengalami kekeringan,” ungkap Ruskam.