
Foto : Gas Elpiji 3Kg
SUBANG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Subang, Jawa Barat tetap berjalan aman sesuai alokasi. Langkah antisipasi langsung dilakukan menyusul adanya lonjakan konsumsi akibat penggunaan gas subsidi tersebut untuk mesin pompa pengairan sawah di musim kekeringan.
Hingga Juli 2026, pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Subang disokong oleh 35 Agen, 1.293 pangkalan, dan 5 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE). Adapun rata-rata alokasi harian untuk wilayah Subang pada bulan ini mencapai 61.000 tabung per hari.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ditemukan fakta bahwa peningkatan konsumsi dipicu oleh maraknya penggunaan LPG 3 Kg sebagai bahan bakar mesin pompa air oleh para petani. Padahal, saat ini Kabupaten Subang belum memiliki petani sasaran resmi yang masuk dalam program konversi energi pemerintah.Penggunaan di luar peruntukan ini berpotensi memicu kelangkaan bagi masyarakat yang berhak.
Guna menjaga kelancaran pasokan bagi sektor rumah tangga, usaha mikro, serta nelayan dan petani sasaran, Pertamina bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang langsung menggelar rapat koordinasi. Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Koperasi, UMKM, Bagian Ekonomi,Perdagangan dan Perindustrian, serta Polres Subang.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Subang akan menerbitkan Surat Edaran yang mengimbau para petani non-konversi untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg. Mereka diarahkan untuk beralih menggunakan Bright Gas non-subsidi untuk mendukung kegiatan operasional pertaniannya.
Di sisi lain, Pertamina bergerak cepat mengamankan stok di kawasan pertanian dengan menyalurkan tambahan fakultatif sebanyak 31.040 tabung pada periode 6–12 Juli 2026. Jumlah tambahan ini setara dengan 50% dari alokasi harian normal yang didistribusikan langsung ke pangkalan-pangkalan terdekat dari area persawahan.
Merespons kondisi di lapangan, Pemerintah Kabupaten Subang juga bergerak cepat dengan mengajukan penambahan kuota resmi gas melon—sebutan untuk LPG 3 Kg—kepada pihak Pertamina.
Kepala Sub Bagian Ekonomi Setda Subang, Deni Kurnia, membenarkan langkah pengusulan tersebut demi membentengi wilayahnya dari risiko kelangkaan gas bersubsidi.
“Kami sudah mengusulkan ya ke Pertamina, tentunya berkoordinasi dengan lintas sektor,” ujar Deni saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Deni menerangkan, tambahan pasokan ini nantinya juga akan diarahkan untuk membantu para petani yang sedang menghadapi masa kekeringan. Mengingat, para petani sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk menggerakkan pompa air demi menyelamatkan tanaman padi mereka.