
Foto : Toko Sepatu
SUBANG – Musim Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2026 membawa berkah tersendiri bagi para pedagang sepatu di Pasar Pujasera, Subang. Tingginya permintaan masyarakat terhadap sepatu sekolah hitam dan sepatu olahraga membuat omzet pedagang melonjak tajam.
Fenomena ini menyusul diterbitkannya aturan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 50 Tahun 2022 yang menekankan fokus edukasi pada pelaksanaan MPLS serta kewajiban penggunaan atribut standar, termasuk sepatu berwarna hitam.
Pemilik toko Abadi Shoes di Pasar Pujasera, Wisman (54), mengaku berhasil menjual puluhan pasang sepatu hanya dalam waktu satu hari jelang pelaksanaan MPLS.
“Ya, hari ini saya jual 30 pasang sepatu, berkah,” ujar Wisman, Minggu (12/7/2026).
Menurut Wisman, sebagian besar konsumen yang mendatangi tokonya merupakan orang tua murid yang berburu sepatu berwarna hitam polos. Alasan utama mereka adalah untuk mematuhi regulasi dari pihak sekolah masing-masing.
“Hampir semuanya membeli sepatu warna hitam,” tambahnya.
Senada dengan Wisman, pedagang sepatu lainnya di Pasar Pujasera, Agus, mengungkapkan bahwa model sepatu berwarna hitam dominan (mono black) menjadi komoditas yang paling dicari.
Beberapa merek lokal maupun internasional yang paling diminati konsumen di antaranya adalah New Balance (NB), Converse, Tomkins, dan Ando.
“Harga variasi ya, mulai dari Rp 150.000 sampai Rp 300.000,” jelas Agus.
Agus menambahkan, momen tahun ajaran baru dan MPLS selalu menjadi masa panen yang paling dinantikan oleh para pelaku usaha fesyen sekolah. Selama periode MPLS tahun ini, ia mampu mengantongi keuntungan bersih hingga jutaan rupiah.
Keuntungan selama momen MPLS? ya bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 7 juta. Alhamdulillah tadi pagi sempat habis stok, untung ada yang kirim lagi dari Bandung,” terangnya.
Tingginya aktivitas jual-beli di pasar tradisional dipicu oleh persiapan mendesak para orang tua murid. Yanti, warga Cimerta, mengaku terpaksa membeli sepatu baru di menit-menit terakhir demi memenuhi ketentuan sekolah anaknya yang akan memulai MPLS pada Senin (13/7/2026) esok.
“Ya, dadakan tadi sore belinya. Mau bagaimana lagi, aturan dari sekolahnya memang harus mengenakan sepatu warna hitam saat mengikuti MPLS besok,” tutur Yanti.
Pemberlakuan peraturan ini dinilai efektif menyeragamkan atribut siswa sejak hari pertama masuk sekolah, sekaligus menggerakkan roda perekonomian para pedagang perlengkapan sekolah di daerah.