
foto: ils
SUBANG – Tujuh puluh delapan tahun perjalanan bukanlah waktu yang singkat. Bagi warga Subang, momentum ini adalah alarm bagi birokrasi untuk segera ‘naik kelas’.
Masyarakat Subang mengaku cukup puas dengan kepemimpinan Bupati Subang beserta wakilnya.Dengan jargon Subang Ngabret, Reynaldy dan Agus Masykur dinilai mampu mengimplementasikan visi dan misinya. Namun,terdapat harapan dari masyarakat dimana perluasan dan layanan terus ditingkatkan.
Digitalisasi birokrasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Warga mendambakan pelayanan publik yang ringkas dalam satu genggaman, menghapus sekat-sekat birokrasi yang selama ini dianggap kaku.meski hal tersebut telah dilakukan, warga menginginkan pelayanan tersebut terus ditingkatkan.” Memang sudah banyak dinas yang sudah mengimplementasikannya, seperti Disdukcapil,Dinas Perizinan,hingga Dinas Sosial, namun harus tetap ditingkatkan,” ujar Warga Subang, Asep, Minggu 5 April 2026.
Di sisi lain, deru mesin industrialisasi kian kencang terdengar. Namun, ada harapan besar yang dititipkan, mulai dari optimalisasi tenaga kerja pribumi. Warga Subang lainnya Rasyad berharap, besarnya investasi yang masuk ke Subang sejalan dengan perluasan lapangan kerja bagi putra daerah. Peningkatan kompetensi menjadi kunci agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri.” Inginnya sih putra daerah terlebih dahulu di utamakan, tentunya yang memiliki skill dan kompetensi,” katanya.
Guna mendapatkan skill dan kompetensi untuk menunjang SDM,Rasyad berharap pemerintah melalui Disnakertrans Subang lebih optimal lagi dalam memberikan pelatihan dan membuka ruang penempatan kerja.” Ya meski efisiensi anggaran terjadi, pelatihan tenaga kerja harus dioptimalkan, ” jelasnya.
Selanjutnya tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang kian ditantang untuk lebih ‘membumi’. Masyarakat Subang menanti inovasi BUMD yang manfaatnya menyentuh langsung ke aspek ekonomi dan sosial, bukan sekadar mengejar profit, tapi benar-benar menjadi motor kesejahteraan publik.” Karyawan BUMD pun harus yang benar- benar memiliki skill dan kompetensi, jangan hanya sekedar menyandang status saja, sudah saatnya BUMD Subang memiliki karyawan baru yang segar, inovatif,” tambahnya.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita terbukti mampu merubah gaya lama birokrasi yang monoton guna memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat.” Jika sistem nya masih gaya lama ya susah, makanya saya lakukan reformasi birokrasi,” kata Bupati berusia muda ini beberapa waktu yang lalu.
Selain itu, Reynaldy juga menginstruksikan kepada OPD, kecamatan,BUMD, dan lainnya untuk memanfaatkan teknologi.” Saya membentuk tim untuk merekap aduan masyarakat di media sosialnya, Instagram dan TikTok, dan tiap malam, seluruh laporan dikirim ke grup WhatsApp kepala OPD untuk segera ditindak lanjut,” ungkapnya.