Lompat ke konten
Home » BULOG Subang Siapkan Penyaluran Banpang Alokasi Juli, Agustus, dan September 2026

BULOG Subang Siapkan Penyaluran Banpang Alokasi Juli, Agustus, dan September 2026

  • oleh

Foto : BULOG Subang ikuti rapat Kordinasi terkait Banpang

SUBANG – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dalam rangka pemberian Bantuan Pangan untuk 3 bulan alokasi yaitu Juli, Agustus, dan September 2026.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Subang, Laswenri menyampaikan, saat ini masih dalam tahap penyiapan proses penyaluran serta komunikasi dan kordinasi dengan pemerintah daerah sebelum dilaksanakannya penyaluran. “Kami sudah ada surat penugasan untuk melaksanakan penyaluran Banpang pada Juli, Agustus dan September 2026, dari Bapanas dan segera kami tindaklanjuti” ujar Laswenri, Kamis ( 6/8/2026).

Perum Bulog KC Subang akan melaksanakan penyaluran Banpang tahap II tersebut di dua Kabupaten yaitu Purwakarta dan Subang dengan total penerima mencapai 404.226 Penerima Bantuan. Diketahui bahwa ada perbedaan item bantuan yang diberikan kepada masyarakat, apabila pada Bantuan Pangan sebelumnya penerima Banpang mendapat bantuan berupa beras dan minyak goreng, penyaluran tahap II ini hanya berupa beras.

Saat ini stok yang dikuasai BULOG KC Subang sebesar 80.525 ton. stok tersebut sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuha penyaluran Bantuan Pangan alokasi Juli sampai september baik untuk wilayah Purwakarta maupun Subang.

Kegiatan penyaluran Banpang ini membutuhkan persiapan yang matang mulai dari aspek pendataan penerima manfaat, ketersediaan dan distribusi logistik, hingga mekanisme penyaluran di lapangan agar dapat berjalan tepat sasaran tepat jumlah dan tepat waktu. Untuk itu BULOG KC Subang terus berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk evaluasi kegiatan demi kelancaran pelaksanaanya, karena Bantuan Pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan serta membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya dalam menghadapi dinamika harga dan kebutuhan pokok di tengah masyarakat.