
SUBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri di tengah musim kemarau ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Cuaca panas disertai debu dinilai berpotensi memicu meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga diare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Subang, dr. Indriati Oetama, meminta masyarakat menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun berkendara.
“Betul, berkendaralah menggunakan masker. Ini untuk memproteksi diri dari potensi penularan ISPA,” ujar Indriati, Selasa (30/6/2026).
Selain gangguan saluran pernapasan, Indriati mengingatkan masyarakat mewaspadai penyakit diare yang juga berisiko meningkat saat musim kemarau ekstrem.
“Cuci tangan sebelum makan dan minum, serta perhatikan dengan seksama saat jajan dan membeli produk makanan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat terik.
Warga Sukajadi, Kecamatan Subang, Octaviani (34), mengaku merasakan dampak cuaca panas yang berkepanjangan. Ia bahkan harus beristirahat total setelah terserang ISPA.
“Cuacanya ekstrem. Pakai jaket tebal dan masker kalau hendak bepergian menggunakan motor,” ujarnya.
Diketahui, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau ekstrem. Masyarakat diminta memperbanyak minum air putih, menggunakan masker saat kualitas udara memburuk, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menekan risiko penyakit selama musim kemarau.