Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Dilema BLK Subang: Mesin Rusak, Anggaran Cekak, Padahal Industri Butuh CNC

Dilema BLK Subang: Mesin Rusak, Anggaran Cekak, Padahal Industri Butuh CNC

  • oleh

foto : Kepala UPTD BLK Subang

SUBANG – Kondisi sarana pelatihan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Subang memprihatinkan. Hingga saat ini, BLK Subang masih mengandalkan mesin bubut peninggalan tahun 1982 yang mayoritasnya telah rusak.

Kepala UPTD BLK Subang, Syauqi, mengungkapkan bahwa peralatan yang ada saat ini sudah sangat tertinggal zaman (outdated). Padahal, kebutuhan industri saat ini telah beralih dari mesin konvensional ke mesin Computer Numerical Control (CNC).

“Ya kondisinya begini, mesin bubut dan milling-nya sudah tidak update,” ujar Syauqi saat ditemui di kantornya, Rabu 6 Mei 2026.

Instruktur Mesin Bubut UPTD BLK Subang, Yepi Hendrayana, merinci bahwa saat ini hanya ada enam unit mesin bubut konvensional di lokasi tersebut. Ironisnya, separuh dari jumlah tersebut sudah tidak bisa digunakan.

“Mesinnya sudah tua, jadi dari enam mesin hanya tiga saja yang masih berfungsi,” jelas Yepi.

Menurut Yepi, pengadaan mesin baru sudah lama tidak dilakukan. Padahal, keberadaan mesin yang laik operasi serta mesin CNC sangat krusial agar peserta pelatihan memiliki skill yang relevan dengan kebutuhan pabrik-pabrik besar di Subang.

“CNC harganya mencapai Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar, harganya sangat mahal,” tambahnya.

Ketiadaan alat modern ini berdampak langsung pada program pelatihan. Tercatat sejak tahun 2025, BLK Subang belum lagi menggelar pelatihan mesin bubut.

Pihak BLK tidak tinggal diam. Dengan meminta bantuan kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) melalui Badan Pengelola Kawasan Rebana untuk penguatan SDM warga Subang.

Awalnya, muncul wacana untuk mengirimkan warga Subang mengikuti pelatihan CNC ke BLK Majalengka yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Namun, rencana tersebut masih menemui jalan buntu.

Padahal, perkembangan industri di Kabupaten Subang tumbuh sangat pesat. Banyak perusahaan besar yang sudah mengadopsi teknologi digital dalam sistem produksinya.

“Sudah banyak pabrik di Subang yang menggunakan CNC, salah satunya PT Tekwang dan PT Mangutek,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kabupaten Subang. Jika tidak segera ada pembaruan alat, dikhawatirkan tenaga kerja lokal akan sulit bersaing di tengah masifnya industrialisasi di wilayah tersebut.