Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Dinkes Subang Temukan 31 Kasus Kusta di Awal 2026, Satu Anak Ikut Terpapar!

Dinkes Subang Temukan 31 Kasus Kusta di Awal 2026, Satu Anak Ikut Terpapar!

  • oleh

Foto : Kabid P2P Dinkes Subang jelaskan kusta

SUBANG – Kabupaten Subang hingga saat ini masih dikategorikan sebagai daerah dengan tingkat endemisitas tinggi terkait penularan penyakit kusta. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, ditemukan puluhan kasus baru hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama di tahun 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, dr. Indriati Oetama, mencatat terdapat 31 kasus baru kusta pada periode Januari hingga Maret 2026.

“Rinciannya terdiri dari 30 kasus tipe Multi Basiler (MB) dewasa dan satu kasus MB pada anak,” ujar Indriati saat dikonfirmasi, Selasa 14 April 2026.

Dari total temuan kasus di awal tahun ini, Dinkes Subang juga memetakan tingkat kecacatan yang dialami para pasien mulai dari cacat tingkat 0 sebanyak 23 kasus, cacat tingkat 1 sebanyak 4 kasus dan cacat tingkat 2 sebanyak 4 kasus.

Indriati menjelaskan bahwa tren penularan kusta di Subang memang cukup konsisten setiap tahunnya. Rata-rata ditemukan 120 hingga 160 kasus baru per tahun. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, tercatat sebanyak 159 orang terdiagnosis kusta.

Munculnya kasus kusta pada anak juga menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Menurut Indriati, anak-anak memiliki kerentanan yang sangat tinggi terhadap penularan kusta.

Ia menegaskan bahwa jika ditemukan kasus pada anak di suatu wilayah, hal itu menjadi indikator kuat bahwa masih ada sumber penularan di lingkungan tersebut yang belum terdeteksi atau belum diobati. “Waspada bagi para orang tua, anak-anak sangat rentan tertular kusta. Keberadaan kasus anak berarti masih ada sumber penularan aktif yang menjadi ancaman,” tegasnya.

Penularan kusta sendiri umumnya terjadi melalui kontak erat dalam durasi yang lama dengan penderita. Guna menekan angka penyebaran, Dinkes Subang mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan, hentikan stigma,dan dianjurkan minum obat pencegah kusta

“Segera laporkan jika menemukan gejala bercak pada kulit yang mati rasa, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum terjadi kecacatan permanen,” katanya.

Terpisah, di Kabupaten Karawang, penyakit kista mulai menyerang anak – anak, Kepala Bidang P2P Dinkes Karawang Yayuk Sri Rahayu mencatat terdapat 15 anak terdiagnosis kusta sepanjang tahun 2025.

” Pada 2025 lalu, sebanyak 15 anak terdiagnosis kusta,” katanya belum lama ini.