
SUBANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang meminta masyarakat untuk mewaspadai ancaman iritasi dan gangguan mata selama musim kemarau ekstrem. Meningkatnya suhu panas, bakteri,dan paparan debu di jalanan dinilai menjadi pemicu utama melonjaknya masalah kesehatan mata.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Subang, dr. Indriati Oetama, membenarkan bahwa kondisi udara yang kering saat ini sangat rentan memicu gangguan pada mata.
“Itu pasti, debu, cuaca panas berpotensi membuat mata kering, perih, memerah,” ujar dr. Indriati, Senin (13/7/2026).
Dinkes Subang memberikan sejumlah imbauan khusus, terutama bagi para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang paling sering terpapar udara luar.
Berikut langkah antisipasinya:
– Gunakan Pelindung: Selalu kenakan kacamata atau helm dengan kaca penutup saat berkendara.
– Sedia Obat Tetes: Biasakan membawa obat tetes mata (air mata buatan) untuk menjaga kelembapan mata.
– Terapkan PHBS: Selalu terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat.
– Jangan Mengucek Mata: Jika mata terasa perih atau kemasukan debu, hindari menguceknya secara langsung karena bisa memicu infeksi bakteri atau luka kornea.
Selain gangguan mata, dr. Indriati mengingatkan bahwa kondisi udara kering dan berdebu ini juga memicu lonjakan kasus influenza.
“Influenza juga ya (diwaspadai). Minum vitamin dan gunakan masker jika beraktivitas,” tambahnya.
Sementara itu, keresahan mulai dirasakan warga Subang Kota, Salah seorang warga Kelurahan Cigadung, Ramdan, menceritakan bagaimana penyakit iritasi mata ini sangat cepat menular di lingkungan keluarga.
“Biasanya jika dalam satu rumah ada yang sakit mata, anggota lainnya bakal ketularan sakit mata juga,” ungkap Ramdan.
Padahal, pihak medis menyatakan bahwa anggapan penularan melalui tatapan mata adalah mitos. Penularan iritasi mata akibat bakteri atau konjungtivitis sebenarnya terjadi melalui, kontak langsung dengan cairan mata penderita atau memegang benda-benda yang telah terkontaminasi virus/bakteri, kemudian menyentuh mata sendiri tanpa mencuci tangan.