Lompat ke konten
Home » Diskominfo Subang Dorong ASN Kuasai AI untuk Tingkatkan Layanan Publik

Diskominfo Subang Dorong ASN Kuasai AI untuk Tingkatkan Layanan Publik

  • oleh
Foto : Kepala Diskominfo Subang

SUBANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Subang bersiap mendorong peningkatan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memahami dan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini diambil guna mendukung efisiensi kerja harian sekaligus mempercepat terwujudnya Pemerintahan Digital di lingkungan Pemkab Subang.

Kepala Diskominfo Kabupaten Subang Dadan Dwiyana menyatakan bahwa AI kini menjadi bagian penting dari perkembangan teknologi yang wajib dipahami oleh jajaran ASN. Pemanfaatan AI dinilai dapat mempercepat berbagai tugas administratif harian.

“Pemanfaatannya bisa membantu pekerjaan sehari-hari, misalnya untuk mengolah data, mencari dan merangkum informasi, menyusun dokumen, sampai membantu pekerjaan yang sifatnya rutin,” ujar Dadan, Kamis (13/8/2026).

Meski mendorong penguasaan teknologi tersebut, Diskominfo menegaskan pentingnya batas-batas penggunaan. Para ASN diminta tidak hanya sekadar mahir mengoperasikan AI, tetapi juga wajib memperhatikan aspek keamanan data, keakuratan informasi, serta etika pemanfaatan teknologi di lingkungan pemerintahan.

Diskominfo Subang menyikapi tren perkembangan AI secara terbuka namun tetap berhati-hati. AI diposisikan murni sebagai alat bantu kerja (tools), bukan untuk menggantikan peran ASN sebagai pengambil keputusan utama.

“Kami tidak melihat AI sebagai pengganti ASN. AI lebih tepat diposisikan sebagai alat bantu agar ASN dapat bekerja lebih efektif. Keputusan dan tanggung jawab tetap berada pada manusia,” tegasnya.

Terkait integrasi AI ke dalam aplikasi dan sistem layanan publik yang dikembangkan oleh Diskominfo, pihak dinas membuka peluang tersebut secara bertahap. Namun, penerapan AI akan dilakukan secara selektif berdasarkan kebutuhan nyata, kesiapan data, dan jaminan keamanan, bukan sekadar mengikuti tren semata.

“Tidak semua aplikasi harus menggunakan AI, tetapi aplikasi yang memang bisa mendapatkan manfaat dari AI akan kita dorong untuk memanfaatkannya,” pungkasnya.