Lompat ke konten
logo info aktual subang
Ads.
Home » Ditanya Soal Rusia Bantu Iran, Trump Sebut Pertanyaan Jurnalis “Bodoh”

Ditanya Soal Rusia Bantu Iran, Trump Sebut Pertanyaan Jurnalis “Bodoh”

Foto: Donald Trump

Infoaktual – Presiden AS Donald Trump ‘murka’ usai ditanya terkait laporan terbaru yang menyebut Rusia membantu Iran dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel. Laporan tersebut mengungkap bahwa Rusia membantu Iran dalam menemukan kapal perang, pesawat tempur dan asset tempur Amerika lainnya untuk menjadi target serangan balasan Iran.

Insiden ini bermula saat seorang jurnalis dari Fox News, Peter Doocy menanyakan isu tersebut kepada Donald Trum dalam sebuah acara di Gedung Putih. Mendapati pertanyaan itu, Donald Trump langsung kesal.

“Itu masalah yang sangat mudah dibandingkan dengan apa yang sedang kami lakukan di sini,” kata Donald Trum seperti dikutip dari laman The Independent, Senin 9 Maret 2026.

Tak hanya itu saja, Trump juga tak ragu menyebut jurnalis tersebut bodoh usai mempertanyakan tentang Rusia yang membantu Iran dalam perang di Timur Tengah.

“Boleh saya jujur? Saya sangat menghormati Anda, Anda selalu bersikap baik kepada saya tapi itu pertanyaan yang sangat bodoh untuk diajukan saat ini. Kita sedang membicarakan hal lain,” kata Trump.

Insiden yang dialami oleh Doocy ini kemudian viral dan mendapat reaksi dari sejumlah pihak. Salah satunya adalah pembawa acara MS NOW, Chris Hayes. Saat membawakan acara tersebut di hari Jumaat kemarin, Chris Hayes membela pertanyaan Doocy, dia juga melontarkan nada sindiran untuk menyoroti kejengkelan Trump karena ditanya soal perang saat menghadiri acara Gedung Putih yang membahas olahraga kampus.

“Jadi Anda menanyakan soal perang? Tentang tentara Amerika yang menjadi target musuh di saat seperti ini ketika saya sedang mencoba menyelesaikan masalah transfer portal?,” kata Hayes dengan nada menyindir.

Untuk diketahui, sejumlah pejabat pemerintahan Trump memilih meremehkan atau menolak berkomentar mengenai laporan dari Washington Post yang mengutip pejabat anonim. Laporan itu menyebut Rusia tengah melakukan upaya komprehensif untuk membantu Iran melacak aset-aset milik Amerika Serikat, termasuk kapal perang dan pesawat militer.

“Kami tidak mengomentari laporan intelijen yang bocor ke media. Apakah itu benar terjadi atau tidak, sejujurnya tidak terlalu penting, karena Presiden Trump dan militer Amerika Serikat saat ini benar-benar menghancurkan rezim teroris Iran yang bertindak di luar hukum,” ,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada Fox News pada Jumat sebelumnya.

Sementara itu, Menteri Perang AS, Pete Hegseth mengatakan pasukan AS terus memantau seluruh ancaman intelijen yang berkaitan dengan konflik dengan Iran.

“Para komandan kami mengetahui semuanya. Kami memiliki intelijen terbaik di dunia. Kami tahu siapa berbicara dengan siapa, mengapa mereka berbicara, dan seberapa akurat informasi tersebut,” katanya dalam wawancara dengan program 60 Minutes.

Ketika ditanya apakah Presiden Trump akan menyinggung dugaan bantuan Rusia itu kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, Hegseth justru memuji kemampuan diplomasi Trump.

“Presiden Trump, seperti yang sudah dilihat banyak orang, memiliki hubungan yang unik dengan banyak pemimpin dunia, sehingga ia bisa menyelesaikan berbagai hal yang tidak mampu dilakukan presiden lain terutama Joe Biden,” ujar Hegseth.

Laporan mengenai bantuan Rusia tersebut menjadi tanda terbaru bahwa konflik dengan Iran semakin meluas.

Selain serangan Amerika Serikat di wilayah Iran dan perairan internasional, Iran juga membalas dengan menyerang Israel serta berbagai kepentingan Amerika di Timur Tengah, termasuk serangan ke sebuah pangkalan militer di Kuwait yang menewaskan enam tentara AS.