
SUBANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang menggelar pelatihan dan praktek pengolahan bahan baku ikan bagi puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Pantura. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Ngabret” untuk pengembangan usaha mikro dengan orientasi peningkatan skala usaha menjadi usaha kecil.
Pelatihan yang diikuti oleh 25 peserta pelaku UMKM ini dilangsungkan selama dua hari di Desa Patimban, Kecamatan Pusakanagara.
Kepala DKUPP Subang, Hj. Yeni Nuraeni, mengatakan kegiatan tersebut difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas.
“Digelar selama dua hari, kegiatan ini untuk pengembangan usaha mikro dengan orientasi peningkatan skala usaha,” ujar Yeni, Kamis (3/9/2026).
Sementara itu, Fungsional Bidang UMKM DKUPP Subang, Hari Sobari, menjelaskan bahwa para peserta diberikan materi dan praktek teknik pengolahan hasil laut. Mulai dari cara mengolah ikan bilis, pembuatan abon terasi, peningkatan kapasitas usaha, inovasi dan diversifikasi produk ikan, hingga strategi pemasaran dan digitalisasi.
Hari menilai, potensi bisnis berbasis bahan baku ikan di kawasan Pantura sangat menjanjikan berkat ketersediaan bahan baku yang melimpah. Terlebih lagi, keberadaan Pelabuhan Internasional Patimban dan status Desa Patimban sebagai desa mandiri membuka peluang pasar yang sangat luas, baik untuk skala lokal, regional, maupun ekspor.
“Sehingga pemerintah hadir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berwirausaha khususnya pengolahan ikan, ini akan menjadi icon bagi desa patimban menuju desa mandiri. Hal ini sesuai dan kolaborasi antara program pemerintah daerah dan pemerintah desa Patimban,” ungkap Hari.
Antusiasme tinggi turut dirasakan oleh para peserta. Salah satu peserta pelatihan, Ella, mengaku mendapat banyak ilmu baru yang bisa langsung diaplikasikan untuk mengembangkan produk usahanya.
Menurutnya, pelatihan membuat olahan ikan menjadi produk siap saji seperti crispy, nugget, kerupuk, bandeng presto, hingga inovasi abon terasi berbahan baku udang merupakan peluang bisnis yang sangat prospektif untuk dijadikan produk unggulan khas Desa Patimban.
“Ya dari ikan mentah jadi nugget, crispy, abon, kerupuk ikan, bandeng presto. Nah, pengolahan ikan yang diolah menjadi crispy ini peluang yang sangat bagus dan menjanjikan bagi kami,” ujar Ella.
Selain mendapat pelatihan teknis dan strategi pemasaran, para peserta juga mendapatkan bantuan berupa alat pengemas (sealer) untuk menunjang kualitas produk agar layak saing di pasaran.